Tuesday, May 31, 2011

Pertahanan

Tak percayai hingga kini kau pemberi
Tak sadari hingga saat ini aku masih putri
Tak percayai hingga kini masih ada mu dalam doaku
Tak sadari hingga saat ini aku masih bidadari

Seperti bukit
Seperti lembah
Seperti gelombang
Ada kalanya kita di dasar

Banyak ketidak relaan
Terjuntai tanda tanya
Dan bukan tentang ini masih berjalan
Dan bukan tentang ini mengalir

Tapi tentang pertahanan kita

Bukan Milik Kita

merekam jejak kebusukan diri
mamastikan semua telah terjadi
memutar peristiwa busuk
memastikan tak ada yang tertusuk


tulisan tak berjiwa ini terangkai lewat rekam cerita
tulisan tak bernyawa ini tertuang lewat rekam kepedihan
tulisan tak berdarah ini tercetak lewat rekam sesal
tulisan tak berdetak ini ada beriring dengan jantungku,
yang masih berdetak


aku meninggalkanmu dan kamu meninggalkanku
aku menghapusmu dan kamu menghapusku
semua memudar dan menghilang


beranjak waktu namun kita merangkak menghapus
berlari waktu waktu namun aku menyeret hati untuk terus


pecah, geming, karam
kisah ini usai


keabadian bukan milik kita

Selingan Waktu Saat menyelesaikan Tugas Akhir

Aku tak tau kepastian apakah TA ku ini telah benar atau tidak, teleh sesuai atau tidak. Tak jua diperiksa oleh dosen pembimbing. Ah, ntahlah.


Lagu ini tiba-tiba ada di playlist, Maaf dari Calvin Jeremy. Liriknya aku merasa aku banget waktu dulu. Gak papa dong yah, mengingat dulu kalau hanay untuk menulis, tidak mengungkit lagi atau malah inign kembali ke masa itu. Toh masa sekarang sangat jauh indahnya daripada lalu.


Dulu aku pernah menjalani hubungan dengan seseorang dimana aku paling sering minta maaf, hampir satu minggi satu kali. Sudah beragama macamnya kesalahanku. Tapi gak juga aku tau dimana intinya. Sampe sekarang baru aku sadar bahwa intinya adalah aku tidka diterima apa adanya. Dan memang ego ku yang sulit untuk benar-benar berubah. Terlebih kalau aku diminta belajar sendiri, menacari tau sendiri. Aku bukannya tak mencoba, berkali-kali, tapi malah kegagalannya lebih parah lagi.


Dan sekarang aku belajar bahwa sesuatu itu ya harus diomongin. Kamu kesel, kamu gak suka, dan kamu minta orang yang bertanya tentang kekesalan kamu itu mencari tau sendiri, disuruh menunggu kesal kamu reda saja itu sudah hal tersulit apa lagi mencari tau. Tau gak? Ketidaksabarannay dalam menanti itu karena dia begitu takut kehilangan kamu, takut tiba-tiba dalam masa penantiannya itu, saat kamu gak bersamanya, hati kamu diisi yang lain lah, atau malah kamu berpikir "hmmm nyaman juga ya tanpa dia". Nah lo! Ketakutan-ketakutan itu memang membuat mu risih, terganggu, tapi mengertilah sedikit saja, dia hanya ingin tau kabar mu, walau hanya untuk mendengar kamu menjawab telfon "halo" membalas sms "ya". Dia hanya ingin kamu selalu ada dalam hari-harinya. Dan sedikit saja mengerti tentang ini, "masalah itu seharusnya diselesaikan sesegera mungkin, di bicarakan sedalam mungkin, agar jelas semua, agar tampat mana yang harus di koreksi dan instopeksi."


lirik Maaf-Calvin Jeremy
berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan

kasih maafkanlah aku dan jangan kau membisu
karna kesalahanku, keegoanku
berikanku kesempatan tuk perbaiki semua
karna ku hanya ingin membuatmu bahagia

ku rindukan tawa dan candamu saat ini
yang biasa mengisi hariku, warnai hidupku
ku perlukan cintamu, hadirmu di sini
ku mohon kembalilah padaku seperti dulu



Okeey, lanjut dengan TA.

Monday, May 16, 2011

Bintang Segitiga

Baru dua hari yang lalu tau bahwa di timur sana setiap subuh terlihat tiga bintang menempati sisi-sisi segitiga. Begitu indah, kerlap-kerlip. Tiga bintang istimewa

Subuh memang selalu indah dan istimewa. Ya ALLAH...karyamu luar biasa, bimbing aku menjadi manusia kreatif seperti sifat-Mu ^^

Ya ALLAH tolong iringi hamba menjadi manusia yang selalu berprasangka baik pada-MU. MEski kadang hati merasa sedih dan kesal  ^^

Musnahkan hati yang diisi benci di hati ku ya Rabb ^^


Siraj Poenya!

Subuh
Bersatu padu hiasan langit memolek diri menyambut subuh-MU
Sementara banyak insan tak peduli menutup mata

Merdu pecinta-MU memecah sunyi bersautan memanggil hati untuk bersuci
Sementara banyak dibalas suara dengkur

Bermelodi suara mahkluk-makhluk menyambut subuh-MU
Sementara banyak yang sibuk dengan celotehan tak guna

Tak hanya hari ini
Keindahan dan orkestra luar biasa itu terdengar
Musisi manapun tak akan bisa menyamainya
Pelukis manapun tak kan mampun menciptakannya

Subuh merdu penuh syahdu
Subuh indah penuh hikmah


Sunday, May 15, 2011

Kebaikan Takdir

Aku patrikan senja itu ku akhiri bersama mu
Aku pastikan fajar itu kita songsong bersama

Meski...
Harus kulupakan janji pada puncak
Harus kutingalkan jejak pada riak air
Harus kulupakan genggaman angin di hati
Harus kutinggalkan langkah pada banyak tanah

Hanya keberadaan alasan ku bertahan
Karena kau ada...

Telah...
Ku tinggalkan dengan berat hati bentuk embun yang selalu sejuk

Tapi...
Pelana mu melemparkan aku jauh terjatuh
Tajamnya tatapan hati mu membuang ku 

Takdir pun menyeretku semkain jauh
Tak tega membiarkan aku merelakan hati yang terus tergerus
Meskipun sungguh tak ada lagi protes
Meskipun aku hanya izin untuk menangis

Tapi fana dan nyata tak biarkan aku merelakan ini semua hanya karena kau ada
Semoga kau masih utuh di sana

Hard Disk dan Lamaran Kerja

Kemarin malam akhirnya aku tidak tidur hingga matahari tepat menerangi kamar di lantai dua di kostan putri ini. Tidiur yang dimulai pukul 6 hinngga 11 pun tidak terasa, hanya seperti baru memejamkan mata. Dan saat ini pun aku merasa sangat ngantuk. Rencananya aku mau menyelesaikan presentasi dan makalah ku seharian penuh di hari minggu. Tapi saat pukul 4 dini hari di minggu itu, hard disk eksternal ku yang menyimpan seluruh data untuk seminar "ngambek", tidak mengeluarkan data yang ku simpan, tidak terbaca bahka membuat laptop ku berhenti beroperasi. Rasa badan inign ambruk akhirnya aku tidur dulu. Saat bangun, harapan hard disk ku menghentika aksi ngambek ny mengantarku untuk segera menyelakan laptop yang ku beri nama vio. Dan yang terjadi lebih parah, vio semakin susah bergerak, hard disk yang ku beri nama rossie semakin menjadi-jadi. Argh!!!

Mood ku rusak seketika, mengunci kamar dan mewek. Mau ngamuk gak guna, mau marah apa lagi. Jadi nangis aja lah, gak ngerugiin siapa-siapa. Tapi ini aku, yang gak akan tahan nangis lama-lama. Tangisan itu hanya untuk membuang perasaan geleisah, takut, kesal yang ada. Setelah merasa puas aku pun melanjutkan aktivitas, makan, mandi dan memutuskan untuk pergi membawa rossie ke service komputer. Setiba di sana yang di dapat adlaah jawaban menyeramkan. Rossie harus di format, rossie akan di rawan inap 2 hari. Bah!!! aku rasa tak separah itu pun! Tutup sajalah toko mu itu! 

Karena pergi bersama teman dan diisi oleh candaan, aku pun merasa, ya sudahlah, buat apa juga aku kesal-kesal karena si rossie ngambek, toh ini juga gak akan bisa mengembalikan rossie. Menghibur diri, akhirnya aku dan teman ku pergi ke toko buku. Sebelumnya aku sudah mendapat solusi dari teman ku Ijah dari jurusan informatika di kampusku. 

Karena khawatir rossie di apa-apain jadi aku memutuskan untuk mencoba solusi yang ditawarkan Ijah. Pulang ke kostan aku langsung merobek bungkus buku dan membacanya. Marketing is bulshit. Buku yang langsung mengobarkan semangat. Hahahahaha. Ippho Santosa memang canggih.Setelah membaca ku coba cara yang diberikan Ijah. Cukup lama bahkan hingga waktu isya lewat. Pukul 10 malam hasilnya sudah terlihat, data-data yang hilang terbaca setelah ku gunak tune uo utulities. Lega. Ketenangan setelah menangis untuk mengeluarkan amarah tadi berdampak baik pada usaha yang di lakukan, tidak tergesa-gesa dan penuh kesabaran. 

Tapi dampak dari itu semua!!!?

Aku jadi lupa batas waktu terakhir untuk meng-apply lamaran kerja ke Pertamina. Ouch!!! Waktu tinggal 46 menit dan aku belum meng converte file ke pdf. Dan terjadilah keterlambatan itu. Usahaku mulai dari mengurus surat ke akademik dan ikut tes toefl pun tak berujung pada lamaran kerja ke pertamina. 

Sedih? Iya. Kesal? Apa lagi. Tapi aku yakin ini semua ada hikmahnya. Allah pasti punya rencana lain. Memang pada awalnya aku tak berniat berkeja setelah dari D3, karena aku inign melanjutkan hingga setara S1. Tapi karena lamaran ini menggiurkan, jadi aku ambil saja, aku coba peruntungan. Tapi mungkin Allah ingin aku konsisten dengan rencanaku dan tidak mengikuti sesuatu hanya untuk iseng. Karena dengan modal iseng saja pun persiapannya juga tidak maksimal.

Yah, semoga ini semua membawa kebaikan buat aku. Dan buat semua pihak yang membantu hari ini, memberi semangat, motivasi serta nasihat-nasihat aku ucapkan terima kasih tak terkira (lebai, hihihihi) dan untuk yang bersedia menjadi tempat aku marah saat aku kalut dengan hard disk yang rusak terima kasih banget. Pernyataan itu buat aku merasa "wow".

Ini lah hari ini. Ini lah hair yang memberi pelajaran mahal. PENGALAMAN. Ini lah hari yang berbelok dari rencana, namun tetap terasa indah.

Friday, May 6, 2011

Bad Habit--> Go!!!

Manusia memang susah untuk puas, sepertinya itu seprti take for granted, oh no, mungkin sudah jalannya begitu. Setelah merombak ini blog dengan codding yang sudah tersedia di google, masih juga belum puas dan ingin yang lebih baik lagi. Ah kalau begini terus aku rasa blog ku tidak akan punya konsep. Untuk itu aku merencanakan perubahan html dengan meminta bantuan teman yang mengerti tentang codding dengan rancangan html dari ku sendiri. Cihuy!!! semoga nanti akan memiliki konsep. Amin. (Sedikit tidak penting).

Kemarin ada seorang teman, tidak sekedar teman si. Dia orang baik yang selalu membantu ku :). Mengirim chat bilang "tulisan mu bagus juga, curhat ni yee". Argh, ini kan tulisan ku untuk berbagi apa yang bisa ku bagi (ya iyalah). Maksudnya pengalaman yang bisa ku bagi dan berharap bisa menajadi sesuatu yang bernilai bagi yang baca (kayak ada aja, heheh). Bukan tulisan curahan hati yang biasanya dominan tentang cinta. Tapi kalau memang dinilai begitu, ya sudah lah tak apa, toh ini juga tulisan dari apa yang ku alami di hari-hari pemberian sang Pencipta untuk ku. So, "aku terima sekarang bang kalau kau bilang ini blog curhatan,hahahha"

"Tidur pagi adalah awal kemiskinan" demikian isi sms singkat dari seorang teman di kampus yang aku rekomendasikan untuk membaca buku 7 Keajaiban Rizky dari Ippho Santosa. Karena dia tau aku suka tidur larut dan balas dendam saat pagi hingga siang. Sulit sekali merubah ini. Malam merupakan inspirasi terbesar tapi bisa di bantah dengan "bisa kan tidur lebih awal terlebih dahulu dan bangun di awal". Yah, benar. Aku sudah tau teori ini tapi tidak juga merubah dan mempraktikannya. Apakah ini bodoh? Ya. Ini jelas pilihan perbuatan manusia yang merugi. Dan aku tidak ingin lagi esok menjadi manusia merugi yang celaka. Okey. Besok tidak akan ada lagi tidur pagi.

Yah, terkadang kita sudah mengetahui sebuah teori benar untuk hidup kita yang lebih baik. Tapi tak melakukan suatu langkah perubahan agar itu memberi dampak positif bagi hidup kita. Seperti aku yang mengetahui tidur pagi dan sore itu tidak baik. Tidak tidur semalaman itu tidak baik. Tidak mandi itu tidak baik. Tapi masih saja begadang semalaman suntuk, masih saja tidak mandi (hahahahha, hemat air). Padahal itu hal kecil lo!!! Ayolah, sekarang menjadi manusia yang terus melakukan hal-hal yang lebih baik daripada hari kemarin agar menjadi manusia beruntung. Khalifah yang baik.

"Man jadda wa jadda" kalimat istimewa yang mengantarkan Anwar Fuad kepada keberhasilan yang luar biasa, yang menginspirasi banyak manusia-manusia yang menerima perubahan dan selalu berkeinginan menjadi lebih baik.Sebenarnya teori-teori seperti itu sudah pasti benar karena Allah sang Pencipta akan memberkahi segala usaha menuju kebaikan dan kemuliaan dan itu adalah Janji-Nya. So, kenapa gak dimulai dari sekarang untuk menjemput mimpi kehidupan di jalan menuju kemuliaan?Ah, terkadang membayangkannya begitu mudah, namun ketika mejalanakannya terasa berat karena merubah yang telah terbiasa. Apalagi kalau terbiasa di lingkungan yang tidak "bersemangat". Tapi, jadilah yang "tidak biasa", begitu kata dosenku. Kalau orang lain biasa "begini" dan ternyata ada pilihan lain yang bisa membuat kamu lebih baik lagi kenapa tidak mencoba "begitu?". Masih sulit untuk memulai? Iya, jelas. Tapi itu hanya untuk memulainya saja, ketika sudah dijalankan. Hmf, rasakan manfaat dari menjadi "berbeda" itu.

Ayo lakukan perbahan-perubahan positif mulai dari yang kecil (tidak tidur pagi: untuk ku hari ini) hingga yang besar, untuk hidup lebih "hebat!"

Wednesday, May 4, 2011

Sepotong cerita dari Kuala Tungkal

Sebuah cerita luar biasa datang dari masa kanak-kana. Kanak-kanak? Heii saat itu kita sudah SMP sudah mengenal kata ehem lagi-lagi nih "cinta" sudah sibuk dengan kekaguman, sudah mulai gusar dengan penantian, mulai berbunga-bunga dengan pernyataan, mulai mengenal rasa dibohongi, dikhianati oleh lawan jenis dan mulai mengenal juga selingkuh. Banyak pengenalan-pengenalan lain yang akhirnay menjadi pelajaran luar biasa untuk hidup kita saat ini. Yang sekali lagi, kalau dikenang, aku yang buat ketawa sampe susah nafas, urat leher rasa hilang, ada yang buat jengkel (aku rasa  gak ada, karena kita semua pemaaf dan tidak menyimpan jengkel lama. Buat apa gitu loh...) oke, kita abaikan. Sekarang yang tersisa tinggal rasa-rasa menyenangkan saat mengingat itu. Sekalipun saat itu kita sedang tersakiti.


Apa artinya? Artinya...haaaa.....kita sudah dewasa, kita sudah beranjak maju 1000 langkah, entahal mungkin jutaan. Rasa-rasa yang datang di hati kita dulu menjelma menjadi keikhlasan yang atinya penerimaan bahwa itu adalah bagian kehidupan. How great we are guys. sahabat SD dan SMP yang unyu-unyu.


Kenangan ini terkuak kembali tatkala pertemuan empat makhluk heboh tadi siang di salah satu mall di Jambi. Mall  yang tidak ramah lingkungan, mall yang berdiri seolah menyampaikan bahwa kota kelahiranku ini tidak peduli akan kelestarian sungai. Aku sangat ingin membaca dokumen amdal Mall itu (meskipun aku selalu mual dengan dokumen-dokumen amdal) terlebih peraturan daerah yang memberi izin Mall itu berdiri. Idealisme aku pun sulit bertahan karena memang tata ruang tempat Mall itu berdiri merupakan pusat kota yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Entahlah nasib anak cucu kita nanti. Karena air sumber kehidupan. Jika perairan rusak? Silahkan bayangkan. Kok jadi berbicara tentnag air. Tadi kan tentang sahabat-sahabat SD dan SMP aku. Oke ayo kita kembali.


Jadilah malam ini facebook kita ramai karena saling bercerita lewat facebook. Ternayta karekter kita yang dulunya masih samar dan abu-sabu sekarang tampak semakin jelas, lebih jelas seperti perbedaan hitam dan putih. tumbuh menjadi ehem wanita-wanita sebenarnya lebih enak perempuan-perempuan si, kata ini terdengar selalu segar untuk ku,meskipun dalam pelajaran bahasa Indonesia ini terkesan tidak baik. Ah, itu bukan ilmu matametika yang bersifat pasti. Jadi sah-sah saja aku dengan pendapatku. Dan, menjadi laki-laki yang lebih menyadari tanggung jawab dan berorientasi ke depan. I am so proud of you guys.


Aku bermimpi bertemu kalian semua, lengkap, komplit suatu hari nanti dengan karakter yang semakin kuat, dengan perbedaan yang merupakan keahlian kita masing-masing dan kesuksesan berdasarkan agama serta kekayaan sesuai kebutuhan kita. Amin. Dan, bersama suami/istri kita yang soleh dan solehah, yang mampu jadi kepala keluarga yang dicintai Allah dan menajdi istri yang diidamkan surga. Great. We will right?

Tuesday, May 3, 2011

Kamu, Kamu, Kamu, Kamu, Kalian dan Kita

Gak tau mau nulis apa, tapi pengen nge-post entri baru. Hmmmf, sok gak punya ide, padahal punya hutang sama tante Uci di Belanda buat cerpen untuknya. Maaf ya Tante, lama cerpennya, sungguh tidak profesianal ni, padahal lagi meliburkan diri, tapi kerjaan cuma makan, tidur, nonton, begadang. Ooohh I need work. I need jobs, I need activities. Actually I need money to start bussiness. Money, money. . Ternyata tidak ada kegiatan mengurangi produktivitas aku. Ah, pernyataaan apa pula ini. Ya jelas saja benar, orang yang melakukan kegiatan jelaslah yang produktiv. Hssssss.

Zzzzzz....sudahlah dulu, mari menulis yang bermanfaat, meskipun mungkin tidak bermanfaat buat orang lain, setidaknya saya sudah mengabadikan apa yang saya pikiran dalam blog ini. Hahahahha. Nyaris sangat tidak penting!!!

Hmmmf, aku sering sekali menonton film tentang persahabatan, tentang pengorbanan cinta, tentang apapun lah. Banyak banget. dan aku pun sering berbagi cerita dengan teman-teman dan sahabat-sahabat tentang persahabatan, cinta, dan apapun juga. Intinya aku mau cerita apa yah?Hehehe, jadi bingung sendiri. Oya, aku juga sering dengertin lagu tentang cinta, persahabatan dan apa aja lah. Makin tidak jelas yah? Hihihihi... Dua kata yang sering ku tulis sebelumnya "cinta dan persahabatan". Yah....basii...masa mau nulis tentang ini si. eits tunggu dulu, kedua hal ini yang selalu kita butuhkan bukan dalam hidup? Nah, karena itu ceritnya juga gak ada habisnya. Ah apa si aku ini? Makin sok tau.. hsssss.

Okey. Aku mau mengakui kesalahanku dulu. Aku punya sahabat saat kuliah sekarang. Kita memang gak selalu ada, tapi kita selalu berbagi cerita apapun. Termasuk tentang orang lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah GOSIP. Hal-hal tidak penting sering kita bahas, sering berdebat  karena aku sering tidak setuju dengannya hahaha, demikian pun dia. Hhhh..kadang pun aku benci dengannya, suka membatalkan janji, suka melakukan sesuatu yang sudah ku bilang "jangan!!!". Dan yang paling menyebalkan, dia pernah tidak ada saat aku butuh karena di kecewakan yang namanya "COWOK!!!". Tapi hei!!! dia sahabatku, dia manusia, dan karena itu dia punya ribuan kekurangan. Dan sebagai manusia yang juga tidak sempurna aku gak bisa menuntutnya untuk sempurna seperti yang aku mau. Toh, dia juga gak pernah protes sama jutaan kekurangan ku. Lalu kenapa 100 keburukannya menghapuskan jutaan kebaikannya??? It is stupid!!! Dia tetap sahabatku.

Kita pernah saling berdiaman, saling menceritakan satu sama lain dari belakang. Ah bego. Jangan pernah ada yang begini sungguh tidak sehat. Aku jadi begadang berminggu-minggu memikirkan ini. Rusak hubungan dengan sahabat sungguh gak enak!!! 

Aku pernah hmmmfff, pernah menusuknya dari belakang. Rasanya hati aku kayak ditusuk kalau ingat ini. Aku pernah mengambil orang yang paling dia sayang. Aduuh, masih merasa gak enak ni. Walaupun sekarang dia sudah bersama si hitam yang selalu dia banggakan, yang dipilihanya untuk hidup selamanya 3 tahun lagi (itu katanya sii, dia kan suka ngawur kalau ngomong).

Akan aku ceritakan, meski sebagian saja.Awalnya dia, sahabtku sedang dekat dengan kakak kelas yang dia kenal saat acara jurusan yang di sebut MAKRAB (ahh ini sudah lewat 3 tahun yang lalu) waktu itu pun kita belum begitu dekat. Dari perkenalan itu dia menjadi dekat dengan kakak kelas, yang hmmm okey lumayan sweet lah. Pertama melihatnya pun aku berpendapat, ganteng juga. Tapi ya sudah, itu saja, toh saat itu aku sedang mengagumi seseorang yang jauh di kampung ku (Psssst kemarin putri pertamanya baru saja lahir. Ah, hidupnya berjalan begitu cepat). Kembali lagi. Mereka terus menjalin komunikasi meski kakak kelas kami itu sudah pindah kerja ke Kalimantan (vulgar banget aku cerita, heheheh. Maaf ya, bisa di anggap fiktif belaka kok. Jangan di tuntut, aku belum punya uang banyak buat nyewa pengacara :p). Tapi hubungan itu tanpa status, tapi ya bisa di bilang pacaran lah. Hari gini kata jadian juga gak perlu di omongin lah. Emangnya waktu SMP. Hahahahah. Sok tua ya aku.

Daaaan, entah mengapa, aku pun gak tau kenyataan sebenarnya seperti apa. Sekarang juga gak terlalu ingat ceritanya gimana. Hubungan mereka semakin tidak baik aja. Sebagai orang yang selalu bersama. Oya lupa, aku dan sahabat ku dekat sejak kami terlibat dalam kepengurusan organisasi jurusan kami. Kakak kelas yang di Kalimantan (tidak akan ku sebut nama di sini, :D) menghubungi ku untuk menanyakan keadaan sahabatku itu. Heheheh, awalnya juga karena aku yang menghubunginya duluan karena sahabatnya memutuskan aku suuatu hari, yang nyaris buat aku...ah gak stres kok. Hanya sedih banget aja. Bingung gak? Oke aku permudah....
Jadi aku dan sahabat aku ini dekat dengan dua cowok yang juga sahabatan saat kuliah. Mereka kakak kelas kami, berjarak tiga tahun. Saat mereka tamat, kami masuk kuliah. Jelas kan?
Aku berharap sang mantan (sebut saja begitu) menceritakan tentang persaannnya kepada kakak kelas yang dekat dengan sahabatku ini, secara mereka sahabatan kan. Jadi aku bisa tau kabarnya setelah putus dengan ku, apakah dia mencoba kembali, atau keputusannya itu sudah final. Heii...tapi ternata -__-, sang mantan bungkam, secara dia memang introvert. Tidak berbagi pada siapapun. Status udah mantan, mana mungkin aku nuntut jawaban dan kepastian tentang hubungan kami. Jelas-jelas sudah diputuskan. Argh! Eits, ngapain aku marah lagi. Toh sekarang kami juga sudah saling menerima dan berhubugnan dengan baik. Hahahah aku harap kamu tertawa membaca ini... :)

Loh, jadi acak gini ceritanya. Lanjut. Nah setelah aku cerita dengan kakak kelas yang dekat dengan sahabat ku itu, gantian dia yang cerita dan bertanya tentang sahabat ku. Yah, aku cerita apa adanya. Tapi...semakin hari semakin sering menghubungi. Mula-mula pembicaraan ya tentang sahabat ku saja. Tapi....tapi....pembicaraan mulai tentang hal pribadi. Weits. Kondisi ku ini masih labil, masih broken herat. Butuh seseorang untuk mengobati. Dan, kehadiran kakak kelas yang di sayangi oleh sahabatku dulu itu hadir dengan memberi kenyamanan. Hrrrrr.Padahal sudah dingatkan dengan sahabat ku juga bahwa apa yang kulakukan ini bisa saja menumbuhkan rasa cinta satu sama lain. Daan, ternyata benar!!!. Cinta itu pun bersatu. Aku lupa tepatnya berapa lama, tapi mulai saat itu aku sudah jadi pengkhianat bagi sahabat ku. Maaaaafff :( .

Dan akhirnya kami yang sudah jadian itu akhirnya mengaku dengan sahabatku. Berpelukan, menangis. Dan, yeah selesai. Huh, padahal aku aja yang masa bodo, jelas saja setelah itu sahabatku nangis kejar (mungkin). Aku, yang mengerti betul isi hatinya malah mengkhianatinya. Atas nama cinta. Akh pusing, aku pun gak bisa mutlak memberi penilaian mana yang paling benar. Mau dibilang cinta itu gak maksa, mau dibilang cinta itu membiarkan orang yang disintai itu bahagia, tapi intinya AKU MENGKHIATANATINYA. Sudah itu saja. Iya kan???

Seiring waktu kami kembali seperti biasa, bersama-sama, yah walaupun gak mudah bercermin pada cermin yang sudah retak tapi kami menggunakan lakban yang begitu baik, jadi masih tampak jelas pantulan diri saat bercermin itu. Persahabatan kami masih indah. Masih gila, masih konyol dan masih saling menyebalkan!!!!

Yah, mestinya aku bisa saja melanjutkan hubungan dengan baik dan ringan tanpa rasa bersalah lagi. Toh sahabat ku juga merasa saat ini sudah menemukan soulmate nya. Tapi...ada satu hubungan yang masih buruk. Persahabatan kedua kakak kelas kami itu jadi gak baik. Entahlah, secara logika mereka seharusnya ya baik-baik aja, toh status aku saat itu sudah single dan sang mantan juga sudah memutuskan. Tapi... namanya juga ngeliat sahabat kita jadian sama mantan kita. Perih gak si lo? Logika lagi ni. Ya gak lah, dia kan mantan gue. Nah kalo tentang perasaan? Gue putus itu bisa aja karena pengen memperbaiki diri buat dia, gue putus bisa aja karena ingin ini itu, ah entahlah intinya untuk kebaikan hubungan ke depannya, atau yah boleh lah putus, tapi kan gue masih sayang, masa gak ngerti si. Kita sahabatnya, seharusnya ada saat dia sedih dengan masalahnya, bukan terus melaju ke depan mengambil kesempatan yang dilepaskan oleh sahabat kita. Satu kesempatan bisa merubah persahabtan yang sudah di bangun bertahun-tahun. Sayang gak siii???

Okey terlalu naif aku untuk bilang persahaban itu lebih penting. Toh, aku juga pernah mengkhianatinya, bahkan terus melangkah tanpa usaha mengembalikan semua seperti biasa. Dan aku bisa kasih alasan, itu karena kami telah saling menerima, kalau pun hubungan aku dan dia sahabatku rusak, hancur berantakan, aku pun akan senewen dan gak tahan. Okelah, sulit aku menjabarkan alasannya, karena akan terlihat aku semakin membela diri, intinya kami bisa saling mengisi kembali, dan saling berbagi lagi. Semoga kau juga merasakan itu yah "pasir". Dan ini semua karena kebesaran hatinya. How Lucky I am can be your bestfriend ^^.

Bukan, aku bukan bilang salah satu dari kalian tidak berbesar hati. Aku pun juga sebenarnya gak tau gimana hubungan kalian saat ini. Entahlah, kita pernah sama-sama saling merusak. 

Aku sempat untuk menyudahi hubungan ini dan akhirnya kembali lagi. Dan selalu terpikirkan oleh ku (ni kalimat kayak lagu aja) tentang hubungan kalian yang sepertinya saling berdiam diri, padahal dulu kalian sering saling bercerita, berbagi, becanda, saling gila, saling tolong menolong. Hanya karena apa?perasaan?cinta?sayang?perjuangan?Bukankah semuanya seharusnya memberi kebaikan. Okelah, suatu saat, oh bukan, bahkan mungkin sudah lama kalian sudah berhubungan baik. Aih, aku gak tau jelasnya bagaimana. Tapi  mungkin kalian sudah saling bersama lagi. Semoga. 

Bohong gak yah, kalau aku bilang aku gak bisa melanjutkan hubungan ini karena aku telah merusak persahabatan kalian. Telah merusak hubungan yang sudah lama di perjuangkan. Tapi pikiran itu selalu mengganggu. Sudah lama aku tidak mendengar dan melihat kalian saling berbicara lewat telfon lagi. Padahal dulu aku sering mendapati kalian nerbicara bodoh lewat telfon. Tidak kah kangen dengan masa-masa itu?? Oh, 1 kejahatan merusaka 100000 kenangan manis...come on boy. 

Okey, aku gak bisa mengatakan ini alasan aku gak bisa melanjutkan. Toh kalau pikiran itu mengganggu aku bisa kan terus berjuang maju dan mempertahankan cinta? Tapi apa bisa kita bercermin seutuhnya kalau pacahan cermin itu tidak disatukan??Alasannya rahasia hati ku dulu yah. Heheheh (sok pentiing).

Yah, harapan ku dengan hati yang gak bisa bertahan ini bisa membuat semua yang sudah terjalin kembali membaik (naif, mungkin). Persahabatan itu ibaratkan musik dalam hidup (apa siii..hehhehe, kiasan ngaco ni). Sahabat bisa jadi sumber semangat untuk hidup, bisa jadi warna, bisa jadi soundtrack dalam hidup untuk memperindah tindakan yang kita ambil, keputusan yang kita buat, dan yang paling penting dia adalah pasangan abadi yang tidak memperdulikan agama, warna, dan hal-hal lain yang bisa menjadi penghalang untuk menjadi pasangan.

Dear sahabatku, aku sadar aku salah, aku mengakui sudah menyakitimu, mengkhianatimu. Aku gak tau kata apa lagi yang bisa aku ucapin selain "MAAF". Aku juga makasih banget karena kamu mau kembali berbagi dengan aku. Mau kembali melakukan hal bodoh dengan aku. Hahahahah. Orang gila.

Dan dear keduanya...kita memang pernah bersama, merencanakan kehidupan kedepannya bersama. Bermimpi bersama, bersama-sama, saling menyatakan sayang dan cinta, saling mengatakan kasih sayang dan cinta (lagi). Kita PERNAH bersama. Dan semoga kalian tidak saling menyapa, masih bisa berbagi lagi. Maaf sudah menjadi bagian dari penyebab rusaknya hubungan yang sudah ada.

Dear yang melepaskan ku. Aku tau kamu sudah tidak menyesali ini lagi. Toh banyak kan manfaat yang kamu dan aku dapatin (yah walaupun gara-gara ini aku pernah jadi pengkhianat, hehhehhe). Aku rasa di balik ini semua ada jutaan hikmah buat kita.

Dear yang aku hmmmf bingung mau menyebutnya apa..gak usah pake sebutan lah ya. Hidup ini indah saat kita bersama, tapi kalau kita udah gak sama-sama lagi gak jadi berubah gak indah dong, sebelumnya juga kita gak bersama. Kamu punya banyak potensi dan orang-orang yang bisa menjadikannya lebih indah. Maaf, rencana-rencana itu aku putuskan sekarang(meskipun kita gak tau gimana nantinya). Aku juga gak bisa bilang mungkin ini yang terbaik, toh aku melukai hati kamu, masa ini mau dibilang baik. Ya gak lah. Untuk aku yang menyakiti kamu, aku gak punya kalimat-kalimat untuk setidaknya meredakan kecewa mu. Tapi aku gak mau membahagiakan kamu dengan kebohongan dan aku ingin jujur dengan apa yang aku rasa, saat ini. dan gak mau sembarangan menjalaninya (lagi).Harapan terbesarku, agar kita bisa selalu bahagia dalam menjalani waktu-waktu yang diberikan, aku berharap kita bisa saling terus berhubungan baik. Yah, kamu boleh marah karena kecewa dengan aku, hmmmmf tapi aku harap (lagi) kita bisa berbaikan lagi (ngomong gampang yah?), makanya aku nulisnya "aku harap" bukan "aku minta". Semua tergantung kamu mau mengabulkannya atau tidak.

Kadang kita berpikir untuk memperjuangkan sesuatu sebut saja cinta dengan mengorbankan sesuatu sebut saja (lagi ) persahabatan. Dengan dalili, cinta itu gak maksa, cinta itu membahagiakan yang kita cintai walaupun dengan tidak bersama kita. Yah, itu bisa saja. Itu juga bisa dinilai benar. Meskipun akan menimbulkan bekas pada hubungan yang udah terjalin. Bentuknya seperti cermin yang pecah yang sudah direkatkan kembali, bekasnya masih terlihat dan gak akan hilang. Karena hidup ini perjuangan dan juga pengorbanan, itu sah-sah saja. Tapi akibat selalu ada sebab dan sebaliknya. Ada aksi dan reaksi.

Cerita ini sudah banyak terjadi, bahkan aku sudah sering mendengarnya, dan ternyata saat mengalaminya cukup memberikan dampak besar dan penting juga terhadap hatiku, hidupku dan orang lain. Keputusan-keputusan yang aku ambil adalah hasil pemikiran aku sendiri. Hanya saja itu diambil dalam kondisi yang sepenuhnya tidak baik. Keputusan ini menghasilkan dampak atau resiko yang harus aku hadapi.

Aku pernah merasakan rasanya mengkhianati sahabat sendiri, aku pun juga pernah merasakan rasanya kehilangan seseorang yang kita anggap dialah cinta sejati. Dan semua ini karena apa yang aku putuskan, apa yang aku lakukan. Ini semua menjadi mozaik dalam hidup aku. Bagian-bagian yang indah.

Menjadi jahat itu tidak enak. Aku mengabaikan nasihat seorang kakak tentang "Berbuat baiklah pada siapapun. Dengan berkorban tidak semata membuat hidupmu menjadi buruk, malah sebaliknya", nafsu dan emosi membuat aku mengambi keputusan yang akhirnya menyakiti aku sendiri. Bukan hanya orang lain.

Hati kecil ada bagian paling penting dalam mengambil keputusan. Seperti intuisi. Kata Ippho Santosa, kalau intuisi bilang tidak, jangan lakukan tindakan yang melawannya. Aku menyadari melawan apa yang idaktakan hati kecilku saat itu untuk tidak mengmabil keputusan mengkhianati. Sejenak membayangkan dan aku rasakan kedamaian. Tapi logika, nalar serta cinta yang sesaat menggebu membuat aku melawannya. Ini pun menjadi pelajaran. :)

Yah...ini lah sebagian cerita yang bisa aku abadikan dalam tulisan. Tidak terlau menarik dan tidak juga memberikan pelajaran berharga, bahkan tidak juga jelas. Tapi ini semua memberi dampak besar dan penting dalam pelajaran memilih sikap dan memutuskan sesuatu. 

Dan betapa berharganya nilai persahabatan itu. Aku bersyukur masih di beri kesempatan memiliki kalian, memliki warna dan musik untuk memcantik hidup ku. Seperti lollypop. Dan lirik lagu ini menginspirasi hubungan kita.... this is it...


Cinta itu indah
Saat kita senang atau saat susah
Tak pernah ku menyesal
Telah memilih dirimu
Dengan perbedaan yang ada
Namun kita masih bersama

Kadang aku yang selalu egois
Dan kamu yang slalu tak perduli..i..i..
Dengan sikapku yang tak mau tahu
Dan kamu yang tak bisa tuk mengalah

Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu menjaga

Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
Ita€™s like a lollipop love, lollipop love

Satu dua kali kita pernah saling membenci
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara

Namun tak sanggup ku berlama-lama
Dengan hari-hari tanpa dirimu
Aku butuh teman untuk bicara
Dan kamu selalu ada tuk mendengar

Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta

Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
Ita€™s like a lollipop love, lollipop love

Kadang merah kadang biru
Kadang hijau dan ungu
Berwarna warni cinta kita
Ita€™s like a lollipop, lollipop love
Ita€™s like a lollipop, lollipop love

Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
lollypop love from Ninan Tamam