Saturday, June 25, 2011

Suatu Hari

Ingin ke sana ingin ke situ, liburan, jalan-jalan atau menikmati suasana baru atau juga bertemu dengan temen-temen lama, keluarga dan orang-orang baru. Keinginan saat ini, namun masih belum bisa di capai karena tempat ini masih membuthkan aku. Jadi...jangan berpikir buruk kalau kita gak bisa libiran, itu artinya tempat ini masih ingin kita di sini. YEAH!!! Suatu hari nanti ketika sudah tiba waktunyam, maka kakimu akan melangkah ke banyak tempat.Masih harus berjuang di sini. 

Gampang yah buat mengatakan "you have to move on", yah emang gampang, kan cuma ngomong, tapi buat yang ngerasain? Gak akan semudah seperti mencari kata-kata penyemangat saat jatuh, namun ada banyak hal yang harus dilewati juga, seperti fase sedih tak berkesudahan, fase marah dan protes dengan semua yang udah terjadi hingga fase penerimaan itu sendiri. "You have to move on" yang cepet itu selalu butuh orang lain, selalu butuh genggaman tangan yang lain, selalu butuh potongan sayap yang lain. "Move on" itu harus punya "kawan".


Diam

Diam itu membuat batas antara kita, membedakan pengertian meskipun abu-abu. Diam juga memaksimalkan jauh begitu terasa, meskipun tampak jelas meminimalkan konflik. Diam juga meresahkan hati yang ingin berbagi, juga mendamaikan hati yang ingin sendiri dulu, tak tau batas waktunya. Diam ini milik dua sisi. Diam ini juga dapat menyamarkan kebersamaan dan lama kelamaan akan menghilang, pergi dengan pelan namun menyakitkan. Diam dan memberi senyum lebih menyenangkan daripada harus menjelaskan ini dan itu dan semua berahir pada bantahan.

Diam ini, entah akan membawa aku pergi atau membawa ku pada kerinduan. Diam ini tak ada arah. Diam ini diambil hati yang menginginkannya, diam ini mengarungi pikiran yang tak punyai kata-kata lagi. Jika kau paksa ku bicara maka akan tergambar aku sang pencari alasan, betapa terasa sakit kenyataan itu. Nyata bicara ku tak punya arti dan diam ku menggeramkan mu. Diam ku, karena aku sedang tak ingin bicara. Diam ku karena aku ingin memastikan gemuruh di sini dulu. Perjalanan menemuiku pada banyak kerikil dan kemungkinan-kemungkinan lain. Ini bukan kolam yang stagnan, ini sungai yang mengalir.

Diam ini bukan ucapan selamat tinggal. Diam ini juga bukan meng-iya-kan dan menolak seluruh pendapat, diam ini pilihan, diam ini pun sikap. Bukan arah, bukan mengurangi rasa, diam ini mencari jawaban. Apakah benar kamu? Diam itu aku saat ini

Wednesday, June 22, 2011

Tanya

Apakah waktu yang memang harus selalu berujar tentang kita?
Hingga diam ini diantarkan waktu pada pertemuan.
Apakah selalu aku yang harus putuskan?
Hingga seperti aku  pemegang kendali atau bahkan pengkhianat.


Boleh kah aku minta usahamu?
Boleh kah aku melihatnya?
Dosakah cela itu selalu ku temui?
Dosakah jika ku masih ragu kan?


Adakah ukuran tentang cinta yang bisa ku sadari?
Bisakah ku basuh jika nanti luka lagi yang tercipta?
Adakah kepastian tentang ini dapat kulihat di sini, di hati ini?
Bisakah ku putuskan tanpa goresan?


Alunan, irama, melodi dan nada ini mengantarkan ku pada cerita berulang
Ingin ku perban semua, ingin ku tutup semua agar SUDAH ini hanya tentang kita
Salah? Jika ini hati yang mau.
Demikian belum kau curi semua, namun kau rampas rasa bersalah ini, menjadi milik mu selalu.

Suatu Hari

Suatu hari, aku ingin bertanya...
Kenapa dia? Bukan aku....
Kenapa aku? Bukan dia....
Mungkin...kau harus pergi meninggalkan aku, atau aku yang begitu
Mungkin...aku harus pergi meninggalkanmu, atau kamu yang begitu

Sunday, June 19, 2011

Bukan tentang, Tapi tentang, Tidak biasa

Bukan tentang siapa yang terbaik
Bukan tentang siapa yang terdahulu
Bukan tentang siapa yang bertahan
Bukan tentang siapa yang terbaru
Tapi tentang dia yang datang
Tapi tantang dia yang tinggal
Tapi tentang tenda-tenda yang ada
Tapi tentang semua pertemuan ini
Dan ini semua bukan cerita biasa

Doa

Bukan kepastian tentang hari ini Tuhan
Tapi keteguhan hati saat tiba saatnya nanti 
Berikanlah
^^

Setiap Hari adalah Kejutan

Setiap hari adalah kejutan...
Dari pagi sampe malam semua diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan menyenangkan, kemudian ketika malam mendekati pekatnya, datang sebuah cerita yang menusuk hati yang berimbas pada rusaknya mood dan sebuah ikatan persahabatan. Wow. Yah, itu lah namanya "setiap hari adalah kejutan".
Tanpa maksud untuk mencari pembenaran terhadap apa yang aku lakukan, tanpa menyalahkan siapapun yang ada dalam cerita ini, dan terlepas dari semua pemikiran terhadap cerita ini, aku hanya ingin menulisnya, karena ini pernah menjadi bagian dari hidup ku, bagian cerita yang cukup menjadi sebuah kejutan.

Pernahkan kalian didiamkan oleh seseorang? Seseorang yang cukup berarti dalam hidup kalian, seseorang yang cukup berpengaruh, seseorang yang setiap harinya mengisi aktivitas-aktivitas kalian dan seseorang yang kalian ingat namanya saat sedang mengalami kesulitan serta sseorang yang selalu ingin kalian lihat tersenyum. Aku pernah. Dia seseorang yang sudah aku anggap saudara, dia sahabatku ^^.

Awalnya aku merasa ini adalah bagian dari sikap sensitifnya, bagian dari sikapnya yang tergantung pada mood. Tapi lama kelamaan itu semakin menjadi dan komunikasi menjadi hilang sama sekali. Terlebih saat aku datang ketika dia sedang berkumpul dengan teman lainnya, wajah itu seksetika berubah. Hmmm rasanya cukup memukul.

Aku memang gak melakukan usaha maksimal untuk memperbaiki hubungan yang rusak ini, tapi maaf itu telah ku utarakan. Bahkan aku sedikit marah dengan sikapnya yang tanpa penjelesan. Bagi aku didiamkan adalah tingkat kemarahan tertinggi. Aku sadar bahwa aku telah melakukan suatu kesalahan. Tapi apa!?  Menjelaskan sebab akibat amarah memang sulit, itu yang membuat aku gak mau maksa dan menuntut penjelasan.

Sampe akhirnya, sabtu malam itu (18 Juni 2011). Penjelasan itu datang...

Sampe saat ini bagiku bekerja sampingan adalah belajar, belum memprioritaskan upah, belum memprioritaskan posisi, belum terobsesi menjadi terdepan. Karena aku sadar aku masih sangat butuh belajar lebih. Secara tiba-tiba pun (yah, karena setiap hari adalah kejutan) aku tergabung dalam sebuah organisasi. Jenis organisasi ini hampir sama dengan jenis organisasi yang juga diikuti "dia". Aku sering bercanda bahwa kami adalah dua orang yang bersaing, dia adalah kompetitor ku, sambil tertawa, mengejek, dan membanggakan organisasi masing-masing. Murni saat itu niatan candaan. Mungkin ada bagian yang ternyata berlebihan menurutnya. Entahlah.

Aku belum mengerti benar tentang persaingan, kompetensi, dan berbagai macam istilah lainnya dalam bisnis, yah karena niat awal itu adalah belajar. Aku juga gak benar-benar serius menganggap "dia" adalah kompetitor ku, dengan mencari kelemahan-kelemahannya, mendahului rencananya. Pada saat itu yang aku inignkan adalah kemajuan kami bersama-sama, bahkan aku inign dia lebih maju, karenaintegritas dan keingnannya lebih besar. Yah, mungkin bukan ini yang benar-benar tampak dalam sikap aku.Entahlah.

Suatu hari, dimana mulai hari itu sikapnya berubah. Saat aku bertanya tentang fasilitas yang dia gunakan saat dia menjalankan usahanya, bisnisnya dalam organisasi itu, ternyata pertanyaan itu adalah awal dari marahnya. Sebab kemarahannya, sebab sikap diamnya. "Dia" merasa aku memanfaatkannya. Dia merasa dengan dia menjawab akan membuat rumahnya (re:organisasinya) jatuh, ^^. 

Saat mendengar itu, aku belum bisa mengendalikan perasaan, seketika sedih dan kecewa itu datang, mengurung apa yang aku rasa. Saat itu juga aku sadar bahwa gak semua niatan baik di sangka baik, gak semua niat yang ada pada diri kita juga dirasakan sebagai niat yang sama dengan orang lain. Semua itu tergantung cara berpikir dan memandang seseorang dalam hidup kita. Sebagian pikiran ku saat itu adalah pernyataan protes dengan semua yang diA pikirkan, sebagian lagi penerimaan dan pengertian tentang pilihan sikapnya, pilihan pemikirannya, dan pilihan pandangannya terhadap aku. Penerimaan itu lebih besar, tak ada pertanyaan lagi. Buyar, air mata itu buyar. Cengeng!!! Maaf, aku hanya ingin menemui pertahanan ku, hanya ingin berbagi sedikit sedih dan kekecewaan dengan air mata.

Aku sadar reaksi aku gak akan mengubah dia, gak akan mengubah cara pandanganya. Tapi, maaf, terlalu sulit aku menahan hati aku untuk bertemu pertahanan itu. Aku berharap suatu hari, hubungan kita bisa kembali penuh dengan pengertian lagi, tertawa lagi, berbagi lagi, saling mengejek lagi, dan bermimpi sama-sama lagi. Tapi, seperti kaca yang terbelah dua, bisa disambung, namun bekasnya akan tetap ada.

Terima kasih. Aku belajar tentang "permaninan gembira" yaitu mengambil semua sisi yang menggembirakan (re:positif) dari cerita yang ada. Yah, mungkin hati ku memang kecewa juga sedih. Begitupun dengan kamu yang merasa aku manfaatkan. Tapi dengan ini aku belajar untuk mengerti tentang pandangan orang lain, tentang niat yang disambut berbeda, tentang penerimaan terhadap pikiran negatif orang lain terhadap aku, serta tentang persaingan. Di sini aku baru benar-beanr tau "bahwa benar, dunia kerja, persaingan bisa merusak hubungan paling harmonis sekalipun", tak apalah. Pelajaran ini juga berharga. Kamu memang gak akan terganti, kamu memang cuma satu. Tapi kamu bukan satu-satunya, mungkin ada baiknya juga kalau kita gak sedekat dulu. Yang jelas hubungan ini akan selalu terjalin baik. ^^

Pesan aku: teruslah berusaha, jaga semangat mu, jaga iman mu, teteplah membaca, jadilah yang terbaik dengan pilihan terbaik juga. Hati aku sudah menghilangkan, memusnahkan rasa sakit itu, kecewa itu, dan semoga cerita itu hilang juga dari ingatan agar kaca yang disambung itu tak tampak bekasnya dalam hubungan kita (someday).

Sahabat tidak memandangmu sebagai pesaing sekalipun kalian bersebrangan, bukan juga seseorang yang memanfaatkanmu demi kepentingan kelompoknya. Sahabatmu adalah senyumu yang hilang ^^.

Thursday, June 16, 2011

Dia

jika sebuah duka harus terasa, ego ku ingin bukan kepergiannya
jika sebuah kehilangan harus ada, ego ku ingin itu bukan dirinya
sebab dia bagian senyuman ini
sebab dia bagian cerita hariku

In Memoriam -------

Kehilangan lagi...
Aku memang gak terlalu dekat dengannya, bahkan mungkin hanya sekedar kenal. Tapi kami pernah saling berbagi cerita, tawa serta semangat. Hobby membuat kami terikat menjalin persaudaraan yang indah. Aku masih mengenalnya sebagai seorang "guru". Aku ingat pertanyaan-pertanyaannya, aku ingat obrolan-obrolan kecil itu dan aku ingat masukan-masukannya. Senyuman dan tawanya pun masih ada di memori.

Tapi tugasnya sebagai khalifah di bumi telah berhenti, panggilanNYA telah dia penuhi. Sebuah doa agar lapang tempatnya di sana, mudah jalannya menujuMU Rabb. Selamat jalan kakak, aku bersyukur dengan pekenalan kita, aku bersedih dengan kepergian kakak yang terasa begitu cepat. Tapi jelas ini adalah yang terbaik dari Allah. Terima kasih, terima kasih dan terima kasih untuk perkenalan kita. Dan sekali lagi Tuhan, mohon ampunkan dosa-dosanya dan terimalah amalannya.

14Juni2011-Riau

Thursday, June 2, 2011

Simpul

Hanya ingin menyimpulkan...

Kalau mau berubah lebih baik lagi, sebaiknya berubah dengan pondasi diri sendiri atau lebih baik karena Sang Pencipta yang gak pernah meninggalkan. Karena kalau bergantung dengan seseorang, gak ada jaminan dia akan selalu ada atau tidak akan mengecewakanmu.

Jangan pernah mangatakan cinta hanya untuk mengobati rasa sedih yang kau berikan pada seseorang yang telah kau bandingkan dengan masa lalu mu yang masih mempesonamu. Sungguh, tak akan ada guna cinta yang diungkapkan tanpa makna.

Jangan menuntut keterbukaan kalau kamu sendiri masih menganggap masa lalu tak pantas dibicarakan lagi, sementara cerita masa lalu mu harus dia dengar lewat orang lain.

Hilangkan tuntutan mu ini dan itu, kalau kau masih belum bisa mengerti dirimu sendiri. Sementara kau sibuk mengharapkan dia begitu dan begini, kau sendiri pun sering hilang kendali. Apa yang dapat kau teguhkan?

Jangan pernah mengatakan "iya" sementara gusar hatimu saat menjalaninya, malas langkahmu untuk menujunya, enggan senyummu kau berikan. Semua itu hanya berujung kesakitan, untuk mu dan dia.

Jangan pernah mengatakan "tidak" sementara masih kau berpikir "sedang apa dia?", "sudah jalan kemana saja dia bulan ini?" dan hatimua masih selalu ada tentang dia.

Hapuslah masa lalu mu jika masa sekarang mu mutlak ada dihadapanmu.