Showing posts with label Something that I love. Show all posts
Showing posts with label Something that I love. Show all posts

Thursday, May 31, 2012

Yihaaaaaa !!!!

Saat ini seperti menapaki jalan sendiri sambil menyeret seseorang. Entah itu paksaan atau keharusan, dia tetap terseret begitu saja. Semakin hari semakin berat, bawaannya semakin banyak, dan keterpaksaan itu semakin terlihat. Membebani pandanganku yang kabur oleh air mata sendiri.

Kepedihan itu satu nama, tapi berbeda beda cerita. Ini termasuk ke dalam golongan pedih. Sampai detik tadi, aku masih mengira, bahwa menganggap pedih ini selintas lalu, melupakannya dan fokus pada hal lain, akan menjadikan ini semakin baik. Ternyata malah menghempaskan perjalanan ini. Karena awalnya aku kira aku telah terbang bersamanya.

Ada banyak pilihan untuk terus berjalan menyeret beban, sebagai kebiasaan dan menghindari perubahan atau membebaskan diri, lepas. Tidak akan pernah tau mana yang terbaik kalau semua tak di coba. Kalau pun yang kemarin tak dapat kembali lagi, tentu ada penawaran lain. "Beban" lain yang mau bekerja sama.

Tanpa menghapus apa yang sudah lama di rasakan dan tak berubah. Aku harus menjaga "punggung" ku dari beban yang menyiksa ini. Untuk merasakan kebebasan. Dan merayakannya dengan kembali berjalan. Ke DEPAN!!!!

Thursday, May 17, 2012

Insomnia

a.k.a Insomnia
Adalah saat dimana dapat menulis lebih banyak lagi. Atau berpikir kemudian berkesimpulan lebih baik lagi.

Wednesday, April 25, 2012

A song

Tadi pas aku liat kamu, coba memetik gitar dengan kata-kata yang biasa, namun nadany begitu indah.
Suaramu pun hanya menyentuh bunyi indah senar mu, samar, tapi nada yang kau buat indah.
Seakan menggema bersama rasaku, yang lalu ingin terus ada di sampingmu.
Di sampingmu untuk setiap lagu kita.
Kau pencipta lagu
Aku pencipta lirik
^^
This is it ...


Malam mendebarkan hati
Anginnya membawa harum
Harummu yang mendebarkan hari ini


Sebentar ingin ku pejamkan
Terasa lelah akan semua gerak
Bayangmu menghapus setiap resah


Adakah jalan menujumu
Selain merusak yang telah kita jalin
Adakah jalan menjadi milikmu
Selain membuat kau menjauh


Aku yang telah membodohi rasa
Menghadirkan mu untuk mengisi ruang
Aku yang telah merusak janji
Menghadirkan cinta antara kita


Tuesday, April 24, 2012

I love...."Hal baru"

Hal baru selalu menyenangkan. Mungkin tidak untuk semua manusia. Tapi, siapa sih yang kesel kalau punya barang baru. Baju yang baru, buku baru, alat tulis baru, atau apapun barang sederhana itu. Meskipun kadang ada barang lama yang tidak ingin di gantikan. Dulu, aku selalu bersemangat berangkat ke sekolah setiap punya peralatan tulis baru. Sampai sekarang juga begitu. Kalau malam ini aku baru beli buku baru dan pulpen, besoknya saat di kampus, aku akan semangat mencatat. Sesederhana itu untuk mendapatkan semangat yang jadi dua kali lipat. Haa, aku selalu bersemangat setiap harinya ^^

Bagi orang yang tidak ingin berpindah dari zona nyamannya, mungkin menemui tempat baru tidak lah begitu menyenangkan. Tapi buat ku, itu luar biasa menyenangkannya. Tapi, pecinta zona nyaman sekalipun senang berlibur bukan? Bertemu orang baru, berpindah ke tempat baru (tidak tentang hati) adalah hal menyenangkan, karena memberi cerita baru, pengalaman baru dan pelajaran baru. Itu pasti. 

Mungkin inilah yang menybabkan orang yang penuh kejutan selalu lebih menarik daripada dia yang datar-datar saja. Yang sudah bisa di tebak apa kesukaannya, karakternya, caranya menjalani hidup, dan sebagainya. Karena seperti sebagaimana biasanya, mudah di tebak dan selalu itu ke itu saja. Berbeda dengan dia yang penuh kejutan. Berbeda dengan dia yang menikmati hidup dengan caranya sendiri, dengan dia yang ternyata menyanangi ini dan itu yang pada awalnya tidak terlihat, atau kemampuannya melakukan ini dan itu.

"Oh ternyata kamu bisa 'ini' juga?"
"Wah aku gak nyangka kamu bisa 'ini'?"
"Kamu pernah ke sana? Kapan? Sama siapa?"
"Kamu suka sama 'ini'? Aku kira kamu sukanya 'itu'.."
Bermacam ekspresi suprise. Hal yang baru memang menyanangkan. Dapat berbagi dan berdiskusi dengan seru. Bercerita dengan tanggapan yang memberi cerita baru juga.

Semua yang mengejutkan, semua yang baru,  memang akan kembali pada rumahnya. Rumahnya yang meng-cover dia seutuhnya. Hal-hal penuh kejutan itu hasil dari menikmati hidup dengan sebenar-benarnya. Hasil dari berani keluar dari zona nyaman. Hasil dari mendengar dan berbagi sebanyak mungkin. 

Kita punya tangan dan kaki untuk melangkah dan berbagi. Punya bibir dan telingan untuk bercerita dan mendengar. Punya mata dan hidung untuk melihat dan menghirup. Punya hati dan pikiran, untuk menyelaraskan semuanya. Lebih banyak lagi. Setiap 24 jam kita sama dengan 24 lainnya. Lalu mengapa dia bisa mendapatkan A lalu kita hanya -A. Tidak berbicara tentang kemampuan materi dan tubuh namun hal baru selalu ada disekitar. 

Perubahan tak bisa di tolak. Selalu terjadi menjadi sebuah kepastian. Kenapa tidak diringi saja dengan total menemukan apapun yang baru ada di dunia ini? 

Monday, April 23, 2012

Play and Repeat

Aku penikmat musik, tapi gak punya satu pun idola yang aku jadikan kiblat bahwa musik apapun akan jadi indah di tangannya. Apapun akan aku dengar. Yah, walaupun kadang butuh pemalsaan, seperti saat di mobil sang Babe dengan enaknya memutar lagu dangdut khas jambi yang melengking kemana-mana. Mana panas, macet, lagu dangdut itu lagi. Tapi mau gimana? Ini telinga gak bisa digunakan khusus untuk mendengar apa yang ingin aku dengar saja, seperti kamera. 

Karena malas dengan perasaan kesal dan ngomel tak berhenti, jadi mending milih untuk mencoba menikmati. Kadang liriknya lucu juga. Kadang kalo lagi musik dan penyanyinya berenti nyanyi enak juga. Dan kadang saat diam, saat perpindahan lagu satu ke lainnya aku merasa seperti dapat bernafas dengar oksigen. Lah tadi  dengan apa? Helium kayaknya. Aku menjadi bagian dari planet tak bernama di angkasa sana selama musik itu mengalun.

Sejak aku mencintai yang namanya kaset, punya dua kotak berukuran besar berisi koleksi kaset saat jaman SMP, mulai dari Indonesia, Barat, sampe Cina dan sekaraang entah kemana kaset-kaset itu setelah di mendengarkan musik bisa dimana saja yang disponsori oleh produk digital, aku suka memperhatikan lirik. Senang mendalaminya, membayangkan di dalamnya saat mendengarkannya. Pantas saja pas lagi mellow, dapet banget rasanya kalo denger lagu mellow juga.

Dulu, yang aku inget, pas zaman SMP, aku merasa tertohok saat mendengar lagu Audy-Salahku. Ah, terlalu malu mengakui itu, zaman SMP sudah berani sekali merasakan perasaan seperti itu. Kalau sekarang ada anak SMP menyontraki kisah cintanya dengan lagu-lagu seperti itu, dapat ku pastikan akan ku cibir habis-habisa. Bagi ku mereka terlalu kecil, dan aku terlalu menjadi tua mungkin saat itu.

Dan sekarang, aku sudah merasuki yang lebih pantas lagi. Hey, 21 tahun ke atas I am. Sudah mulai menutup mata saat mendengar James Morrison- I won't let you go, Breaking Benjamin-Give a sign, A love song from Robin Lim-Thank you for mine, Crash-Sum41 atau Snow Patrol-Chasing Chasing Cars. Aku senang membaca dan liriknya. Senang merasakan kata perkata. Mengartikan menurut pikiran dan perasaanku. Tapi, tentu dan pasti, aku bukan pengamat musik yang baik.

Juga dengan lagu dari Indonesia, seperti Raisa-Bersama, Abdu and The coffee Theory-Ku cint kau lebih dari kemarin, Sammy (kalau ini khusus suaranya), dan oh masih sama seperti kemarin saat SMA, Dgyta. Sekumpulan lagu mellow, yang cenderung cengeng. Masih saja ku senangi, terlebih memaknainya, hmm maksudku mengerti maksud lagu itu.

Dan, dari setiap lirik itu, melahirkan sebuah cerita, perasaan baru, atau pengalaman baru, atau menarikmu berjalan ke suasana hati yang diceritakan lagu itu. Seperti saat ini Jewel-You were meant for me, lagu mengalun dengan volume sedang di telingku. Seperti bercerita I called my momma, she was out for a walk. Consoled a cup of coffee but it didn't wannat talk. So I picked up a paper, it was more bad news. And soon you will see. You were meant for me. And I was meant for you. Sebuh cerita yang bernada.

Sebuah lagu seperti sebuah cerita yang membawa si pendengar ke dalam cerita lewat lantunan musik, Mengantar bab perbab nya lewat kata per kata yang ada di dalamnya. Dan saat telah behasil merasukinya, kata dan melody itu berhenti. Masih ada tombol repeat. Masih bisa di ulang hingga bosan Masih bisa mengobati dan menyadari  berulang kali. Berbeda dengan nyata, di bawa kepada sebuah cerita, terkadang harus berakhir, tak bisa di ulang, tak akan sama. Waktu tak akan mengulang dan mundur.

Lagu telah merekamnya menjadi cerita yang dapat membawa di pendengar. Simpan dan rekamlah ceritamu. Seperti kamera, bebas mau mengambil gambar mana yang mau di simpan,  cerita mana saja yang bisa di simpan. Seperti tombol play dan repeat, bebas lagu mana saja yang mau dimainkan dan di ulang. Waktu memang terus berjalan. Berjalanlah, bersama cerita  pilihan yang telah di rekam. Dengan lagu yang di play dan di repeat. Sebagai pengingat, kalau setiap hari harus selallu lebih baik.

Wulan, kadang dalam hidup, memang ada yang harus kita hapus. Seperti gambar di kamera dan lagu di play list. Demikian kata seseorang kepadaku malam itu.

Ditutup dengan Sigur Ros-Andvari. You, thank you ^^

Friday, April 20, 2012

Kau dan Dia (disini)


Kau bilang...tak usah gusari misteri, pelajari saja. Bukan kah kau punya rencana?

Masih santai kau bicara impianmu, meski saat ini, saat yang ingin kau bawa pergi, masih menyakitimu.
Masih santai kau bayangkan senyuman, meski saat ini, senyuman itu mengkhianatimu.
Masih santai kau menghabiskan malam untuk berbagi, meski cerita itu melukaimu.
Masih santai kau lewati malam membawa diri, meski dia meninggalkanmu.

Kau bilang...tidak usah, teruslah jalani. Bukan esok belum kita ketahui?

Kau mencoba mengalihkan, menghilangkan, tapi waktu seakan mempermainkan, mengizinkan kita sama-sama mengingat kembali. Tahunan luka yang tertutup berbagai macam pertemuan
Ku coba pertahankan, melupakan menganggap tak ada, tapi semesta seakan mengajak berteka teki, mengizinkan kita bercerita lagi. Bulanan kenangan manis terulang lagi.

Pengetahuannya hanya tentang hari ini, kesadarannya hanya detik ini. Tak berani miliki dan berikan janji. 
Meski kau dan dia masih tentang hari esok.

Yang harus kau tau...tulang rusuk tak akan tertukar. :)

Wednesday, April 11, 2012

Never Mind

Terlalu sering memperhatikan hal dengan detail, lalu mencoba menghubungkannya, dan itu terus saja berkeliaran di pikiran saya. Entah kepada siapa harus di diskusikan, karena terkadang itu semua tak butuh jawaban, itu semua adalah kenyataan.

Suatu malam, di antara tidur dan bangun, saya bertanya-tanya. Mengapa penulis ini menulis seperti ini, hampir 70% tulisannya bertemakan keluarga, lalu yang ini tentang cinta, lalu yang ini tentang pendidikan, ini tentang itu dan itu tentang ini.

Dan ketika saya hanya mendiami pertanyaan itu, sebuah kaimat lewat dalam pikiran saya, bahwa seseorang menulis apa yang ada di dekatnya. Di hatinya di pikirannya, sebagai inspirasi. 

Apapun yang ada di dekatmu saat ini, di dalam dirimu (juga) saat ini, namun bisa juga kemarin dapat kamu tuangkan dalam bentuk tulisan. Seperti lensa kamera yang menangkap gambar yang ada di sekitarmu.

Dan selamat menulis...

Tuesday, April 10, 2012

Cantik

Saat itu sedang program ba'da magrib. Seorang penghuni Camp maju untuk Public Speaking, dia mengangkat topik tentang Arti Sebuah Kecantikan. Di sampaikan dengan bahasa Inggris yang apik. Lalu timbul pertanyaan dari seorang tutor "Bagaimana kalau seorang perempuan ingin menjadi atau meniru gaya seseorang, sebuat saja artis, karena memang gayanya bagus, enak di lihat?" Ah, aku sering kehilangan konsentrasi kadang, jadi aku lupa apa jawaban dari teman ku sebagai speaker malam itu.

Tapi aku mengkui pertanyaan itu pernah ku lakukan, aku anggap seseorang itu bagus lalu berusaha meniru gayanya. Tapi tau apa yang ku dapat, kelelahan. Awalnya begitu excited, begitu antusian, begitu menggebu, tapi setelahnya, aku lelah. Dan terutama untuk ini, untuk menulis, sudah berkali-kali aku mencoba untuk menjadi penulis blog semenarik dia yang punya blog dengan jumlah pengunjung ratusan abhakan ribuan setiap harinya. Lalu yang ku dapat? Aku seperti seorang plagiat. Gak seru! Gak keren!

Setelah aku lelah menirukan gaya seseoarang, aku hanya jadi tau, "oh dia demikian karena apa yang dia punya pantas untuk itu semua, meskipun tak seluruhnya juga benar" dan penulis itu menulis demikian, karena apa yang dia pikirkan, di alami, apa yang menginspirasinya dna itulah dia. Aku dengan keadaan ku yang pantasnya begini, yang nyamannya menulis begitu sudah seharusnya menjalani yang seperti ini, yang aku punya.

Dan perempuan, kamu selalu cantik, kamu selalu canti ketika kamu cerdas memperlakukan dirimu sendiri dan orang lain, ketika kamu menanamkan kecantikan itu sebagai sesuatu yang memang kamu miliki dan ketika kamu memaknai hidup ini dengan lebih dan lebih baik.

dan Selama malam cantik...

Sunday, November 6, 2011

Pilihan

Apa kita sering berpikir lalu bertanya, kenapa ini, kenapa itu?lalu terdiam memikirkan jawaban entah dari siapa, namun kita berharap jawaban itu datang?
Lalu seiring waktu, pertanyaan itu terlupakan, padahal jawabannya sedang kita jalani. Hal sekecilitu sering kali terlupakan, karena pertanyaan ribet lainnya sudah datang dan mengantri di belakang.

Aku...sangat bersyukur dapat mengetahui beberapa jawaban dan disadarkan beberapa hal. Karena aku...tau gak gampang menerima sesuatu yang baru dan berbeda, tapi selama itu benar dan di jalan-NYA , itu akan jadi abadi.

Cenderung kita memikirkan dan mengurusi hal-hal yang sebenarnya hanya berarti bagi kesedihan kita agar bertambah banyak, melupakan deretan anak-anak kecil mengais makanan bekas kita di depan kita. Hati ini terlalu hitam dan egois hingga hanya memikirkan masalah sendiri yang sebenarnya pun hanya untuk bersedih.

jangan biarkan hatimu bersedih dengan hal-hal yang sengaja kamu pikirkan, karena kesedihan itu sudha kamu undang (someone)

Sering kali kita membanggakan hal baru, seseorang baru karena membawa hal baru pula dalam hidup, tapi tanpa sadar melupakan orang-orang terdahulu yangjauh lebih penting. Pacar dan Orang tua. Wow. Mendengarkan apa yang diinginkannya lalu dengan syahdu melakukannya. Apakah ini bodoh?Aku rasa bukan, hanya karena belum terjawab saja pertanyaannya.

dan semua itu adalah---> PILIHAN

Bukan Hari Ini

nilai dari kesederhanaan fakta yang kau muntahkan semalam seakan membuat mati jaringan
benang di sini kusut...letaknya di sini...di hati... masih sederhana juga kau bilang? sarafku tak berfungsi sesaat.

perubahan yang kau nyatakan semalam membuat semua bentuk ekspresi hilang
berkata seperti robot, tak punya rasa...tunggu...aku bilang tunggu sebentar...tapi kau tetap enyah.

ajakan yang kau ucapkan semalam membuat ku kembali terjun, jatuh, berdebam, tanpa rasa sakit, karena kehilangan rasa
aku bilang tunggu...sebentar, dan kau bilang itu yang terakhir.

rasa muak yang kau bicarakan semalam membuat lampu rencana kita mati, pecah, berdesing, ribut dan tertiup angin
sedikt saja toleh ke sini, muak ku kronis. Meski aku tak tau bandingannya denganmu

seperti gemerincing setan, bunyinya nyaring tapi maknanya entah kemana.

perbaikan dari kehancuran yang terjadi
runtuhnya kejayaan yang ada
terkuaknya nilai paling berharga dari suatu kebenaran
hanya bertemankan waktu...
seperti aku dan kamu...
yang bukan hari ini.

Make it simple, please

I listen a song to restore my spirit
I throw away prejudices
I close my eyes to ugliness,
but it happened right in front of me
how long should I walk on in the dark?

I have something inside of me that was  problem
But all have changed with your touch
You who have disappeared
I didn't question again about that,,even I am really wanna know the reason
 I'm grateful to receive all
I see this also happening to us
Something dangerous
Which will lead to nonsense
n we dont want it
Let's finish with the simplicity
dont take for granted
because it will hurt both of us
start from now..
for simple smile with simple words

Seperti biasa

seperti biasa dan sebagaimana sering ku lakukan, lewat tulisan aku gambarkan yang aku rasakan tentangmu...
tentang mu yang aku lupa bagaiaman bisa kita menjadi terpisah, padahal aku selalu ingat kamu dalam setiap cerita yang aku punya, sejak kita kenal hingga kita seperti sekarang, dan mungkin selamanya...
sedikitpun aku tak memberi celah pada rasa sayang ini untuk berubah menjadi benci, meski ketidaktahuan ini mengukung ku untuk menyapa, entah bagaimana mengawalinya...
aku tak punya batas waktu untuk itu, sudah terlalu banyak ingkaran janji tentang hari esok, yang hanya bisa aku maklumi sakitnya...
hanya apa yang pernah kita berdua lakukan dan rasakan yang selalu bersama ingatan ku akan mu...
aku pun juga tak menemukan cara menjelaskan semua ini, semua yang terasa dan terasa....
aku tak mengenal mu jika semua telah berubah seiring waktu
tapi kamu masih dapat mengenal ku, karena aku tak membatasi rasa ku...
KAPANPUN

Membalikan Dunia

Pada halaman 163 Novel Karya Darwis Darwis berjudul Senja Bersama Rosie ada rangkaian kata "Andaikata aku diberikan kekuatan membalik dunia, maka aku akan melakukannya, menyampaikan perasaan cinta itu jauh-jauh hari sebelum kejadian di puncak Gunung Rinjani. Sebelum semuanya terlmabat....." Inti kalimat ini adalah sebuah penyesalan karena telah lama menyimpan perasaan. Apa yang telah berlalu, bahkan hanya seperseratus detik pun tidak akan bisa kembali, terus maju dan pilihan terakhir adalah menghadapinya, kalau tidak KAU GILA.

Jika pada cerita di Novel itu ingin kembali untuk mengungkapkan, maka aku inign kembali untuk tidak mengenal, berbicara dan menjelaskan. Rentetan kejadian yang memanas-manasi hati, menimbulkan ribut kala sepi, AH BISING!!!

Tapi, tak akan bisa aku kembalikan waktu itu, tak akan bisa aku ambil moment dimana aku melihat mata itu, tak kan bisa aku bakar masa dimana aku merasa getaran itu, semua sudah terjadi. Kalau kata sohib ku, ibarat nasi udah jadi bubur, bubur gak enak di makan. Yah emang gak enak, tapi harus di makan, di hadapi, kalau gak dimakan ya MATI, kalau gak di hadapi ya GILA. Gak mungkin juga aku menuntut waktu, menuntut perasaan, aku gak punya pengacara juga pengadilan hati ini memang tidak ada.

Kata sohib ku yang lain lagi ni, saat aku menerima hasil IPK yang menghentakan hati "eaaa, awalnya marah, ngamuk, marah lagi, protes, bertanya-tanya, ujung-ujungnya ya penerimaan" Ya, walaupun aku gak sempat ngamuk, hanya bertanya-tanya saja, tapi benar yang dia katakan, ujung-ujungnya ya harus menerima. Nah, daripada cape marah, ngamuk, protes, bertanya-tanya, mending nerima dari awal, Kan gak cape. Toh uda jadi bubur loh nasinya. Uda kejadian transfer rasa sepihak itu.

Iya deh, gak langsung nerima, diawalai galau berhari-hari dulu, galau stadium 3 setengah ibaratnya. Tapi sakit jenis itu obatnya ya dari diri sendiri. Mau grasak grusuk merubah diri, gak karu-karuan nge-kepo-in sesuatu yang entah apa yang ingin di ketahui, toh gak akan bisa balikin semua seperti satu minggu yang lalu, dua minggu yang lalu saat semua masih adem ayem aja. Normal berjalan pelan.

Satu kalimat penutup yang meng-adem-kan hati, yang ku baca di blog sohib ku "Tuhan akan memperhitungkan air matamu , suatu hari nanti"

note from facebook  on Friday, September 30, 2011 at 12:06am

Kata yang buat ini adalah logo. Logo dari nama pena yang kuciptakan sendiri. GREENVIO. Sejarah greenvio ini sudah ku jelaskan di posting blog ku pertama kali.

Aku terbiasa jujur. Logo ini biasa saja. Ya wajar, ini di buat dengan tangan bukan dengan media canggih. Tapi aku suka. MEski tidak begitu tau apa artinya Nanti akan ku tuntut pejelasan darinya.

Aku bukan perusahaan yang bisa memberinya bayaran atas hasil pemikirannya membuat logo ini. Aku pun awalnya tak berpikiran untuk membuat logo ini.

Aku hanya bisa meletakannya di sini. Di hati, di blog ku suatu saat nanti setelah di edit rapi. Serta pengharapan untuk nilai persahabatan yang luar biasa, yang aku dan dia sudah jalin dan buat.

TERIMA KASIH


Monday, October 31, 2011

Bagaimana bisa?

Bagaiaman bisa sesuatu itu didapatkan tanpa usaha? Bagaimana bisa es itu mencair kalau masih saja di dalam dingin? Bagimana bisa ada pelangi bila awan tak berusaha mengubah dirinya menjadi hujan? Dan segala sesuatu itu perlu usaha. Termasuk tentang kamu.

Kalau aku hanya berdiam diri dari sudut ku, melihatmu dari kejauhan, memperhatikan segala hal yang kau lakukan, memikirkan mu setiap malam, memimpikan kamu setiap hari dalam tidurku atau mencatat ribuan namamu di diary ku, bagaimana bisa?Bagaimana bisa kamu tau kalau aku adalah seseorang yang ingin menghabiskan waktunya bersama kamu untuk waktu yang sangat sangat snagat lama. Bisa kah diam ku menjadikan itu kenyataan? Kamu adalah sseorang yang normal, yang tidak bisa merasakan langsung kalau ada seseorang yang menyukaimu lewat indra keenam mu. Kamu bisa tau dengan mendengar, melihat setelah itu untuk merasakannya itu hanya urusan hati mu.

Bagaimaan bisa?Bagaimana bisa aku bersama kamu yang hanya tau tentang persaanku, yang hanya tau bahwa aku menyukaimu. Hanya itu saja. Tanpa ada usaha lebih sedikitpun, hanya menunggu setelah mengungkapkan. Cukup kah? Bagaiaman bisa ini hanya menjadi sesutu yang dianggap selesai padahal jelas ini akan terbawa ke dalam mimpi, resah, galau dan tulisan-tulisan kabur ku. Bagaimana bisa? Aku memang tidak mempunyai kemampuan untuk mejadikan hatimu juga menyukaiku langusng, tapi aku punya kemampuan untuk berusaha. Berusaha dengan hatiku untuk bisa bersamamu. 

Dan kalau semua usaha ku tidak juga bisa membuatmu balik menyukaiku, atau malah membuat mu takut dan lari sejauh-jauhnya. Aku yakin semua usaha ini tidak akan jadi sia-sia. Ingat, Tuhan selalu meperhitungkan setiap usaha baik yang aku lakukan, juga manusia-manusia lainnya. Jadi akan ada hadiah untuk ini, aku yakin. Meskipun bukan kamu tapi itu lah yang ternyata aku butuhkan. Atau kamu akan kembali pada ku dengan lebih baik suatu hari nanti. Entahlah, yang pasti aku akan lebih baik setelah mengusahakan apa yang aku inginkan. Dapat atau tidak, itu urusan nanti

Yeah. Cinta, uang, prestasi, bahkan kehiduapan ini sendiri memerlukan usaha kita. Membutuhkan tidakan, gerakan, perpindahan kita. Karena apappun itu tidak akan berubah tanapa usaha. Yah, jadi berusahalah untuk mendapatkan yang kamu mau. Berhentilah saat itu memang seharusnya berhenti, hatimu akan tau kapan waktunya untuk berhenti. ^^ Dan selamat berusahan.

Thursday, October 20, 2011

Saya Ingin Kamu

Saya tidak bisa menggambarkan tentang mu sejelas keberadaan kamu di hati saya.
Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana nanti kita sejeals saya telah merasakanmu saat ini.
Saya tidak bisa memastikan apapun tentang kita sepasti saya tak ingin berbbagi dirimu dengan yang lain.
Saya tidak bisa menggenggap tanganmu seerat genggaman sebuah rasa yang ada pada hati saya.

Saya ingin tiba-tiba berada di suatu tempat bersama kamu, dimana kita hanya perlu memikirkan kita.
Saya ingin semua hal bodoh dan tolol yang kita khayalkan bersama menjadi kenyataan di tempat itu.
Saya ingin kebodohan itu jadi nyata.
Saya ingin permainan ini jadi nyata.

Saya...hanya ingin kamu tau yang saya inginkan itu adalah kamu....


A letter to you... My Vio

Hai Vio sayang...sudah sangat lama kita sama-sama. Awalnya saya liat kamu terpajang manis di sebuah toko elektronik. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, dan saya jatuh cinta padamu. Lama saya liatin kamu, lama juga saya menyentuh semua yang ada di kamu. Dan saya jatuh cinta. Itu saja. Tak ada yang memilikimu saat itu, tak perlu minta izin untuk meminta, saya membeli mu. Saya jatuh cinta padamu.

Selanjutnya kita lalui hari-hari bersama. Kamu mau nemenin aku begadang ngerjain tugas, online atau hanya sekedar menulis. Kamu juga menjadi media pelepas rindu saya untuk orang-orang tersayang saya yang jauh dari saya. Kamu bersama saya, juga teman-teman saya. Kita telah bersama dan kamu telah jadi milik saya.
Hingga hari itu. Saya tidak tau. Kamu seperti kehabisan nafas dan sistem pernafasan kamu rusak. Baru saja kamu ingin tersenyum pada saya saat saya menekan tombol on, kamu sudah redup dan mati. Begitu terus. Kamu tau?saat itu saya begitu takut, begitu cemas, saya sangat takut tidak bisa bersama kamu lagi. Saya sudah cinta dengan kamu. Itu saja. Cukup kamu. Saya memang tergiur dengan yang lain, lebih canggih dari kamu, tapi saya hanya ingin bersama kamu selamanya, hingga suatu hari memang saatnya kamu istirahat selamanya. Demikian saya telah mencintai kamu. Sungguh!

Saya membawamu ke tempat dimana dulu kamu tinggal. Mereka bilang kamu harus tinggal untuk waktu yang cukup lama. Kamu harus menempuh perjalanan cukup jauh. Karena sistem pernafasanmu tak ada di Negri ku. Kamu tau? Saya sangat sedih saat itu. Saya kehilangan sesuatu yang saya cintai untuk beberapa waktu. Apapun yang menjadi penggantimu saat itu tak mampu mengobati rindu saya padamu. Saya hanya ingin kamu. Utuh. Tak kurang satu apapun. Dan tiga bulan berlalu, kamu kembali. Kamu tau? saya begitu senang kamu kembali. Saya peluk dan cium kamu, semalaman kita bersama, setelah berbulan kita berpisah.

Sekarang...saya gak tau kamu kenapa. Baru saja saya ingin memulai kebersamaan denganmu. Kamu bersuara tak enak dan kamu mati. Begitu saja. Hari pertama seperti itu saya takut sekali. Saya sangat takut. Takut kamu akan pergi lama lagi atau pergi selamanya. Ah, saya tidak akan bisa melepasmu begitu saja. Saya masih sangat cinta kamu.

Saya mencoba membawamu kepada teman saya yang memang terbiasa menangani sesuatu sejenis kamu. Ada bagian dari diri kamu yang sepertinya sedang mengalami sakit. Dia coba mengobati, dan kemarin kamu sehat. Kamu tau?Saya sangat lega. Lega sekali. Dan hari ini, baru saja tadi, kamu redup lagi dan mati lagi. Aku menuliskan ini semua pada dirimu, aku posting di situs blog ku yang siapapun dapat membacanya. Dan aku harap kamu juga tau. Aku cemas dengan keadaanmu, dan berharap kamu sembuh. Benar-benar sembuh.

Kamu harus tau bahwa saya tak ingin menggantimu.Secanggih apapun sesuatu sejenis mu yang ada di luar sana. Saya benar-benar telah mencintai kamu. Sungguh. Kamu harus percaya. Meskipun kadang gak sengaja saya menyentuh mu dengan kasar atau beberap waktu tidak menyentuhmu. Tapi percayalah, setiap hari saya selalu mengingatmu.

Saya gak mau kamu pergi lagi untuk waktu lama. Satu hari saja kamu di tempat teman saya kemarin membuat malam semakin gelap. Saya mau kamu selalu ada di sini Vio. Di sisi saya, selamanya. Satu hal yang tak pernah saya lupa. Suatu malam saat saya mengalami malam yang buruk. Kamu di samping saya, duduk di atas meja kecil saya. Menemani saya, tak beranjak tak juga rewel. dan setelah itu saya selalu menghargai kebersamaan kita. Saya sangat mencintai kamu. Itu saja.

Yah, hanya itu Vio, hanya itu ungkapan hati saya. Semoga di bagian terdalam kamu, dapat mendengar ini dan menyampaikan pada sistemmu yang sakit bahwa sangat mengharapkan dan berdoa untuk kesembuhanmu. Saya pun telah menyampaikan isi hati saya sebenarnya. Semoga bagian terdalam kamu dapat merasakannya dan memberi energi yang besar untuk mu terus sehat dan hidup.

Maharani yang mencintaimu.
Kotagede Jogjakarta

Sunday, October 9, 2011

"Dia melakukan apa yang dia katakan"

Hei boy...aku beberkan sebuah rahasia yang dapat membuatmu menjadi pria paling bahagia suatu hari nanti karena di cintai setulus hati oleh wanita yang berhati mulia (semoga).

Enjoy....

Tak dapat dipungkiri, materi adalah hal yang sangat menggiurkan. Cowok bermobil, baju branded, sepatu keren, jam tangan mahal, gasper cute, celana keren dan wajah tampan. Wow, itu idaman banget. Di bawa-bawa kemana-mana bakal jadi kebanggan buat cewek yang (mungkin) beruntung mendapatkannya. Okelah, itu hal luar yang pertama kali di tangkep. Kami pun juga melihat pertama kali dari wajah, gak perlu ribet untuk cari-cari alasan, kalian pun pasti juga begitu di tambah lagi bentuk tubuh, Ya ka????? Wajar lah, karena yang pertama kali kita tau ya memang wajah, bukan sifat toh?

Setelah kenal, ternyata tu cowok cerdas yang kalau di ajak ngobrol bakal  nyambung banget (ini bagi cewek yang juga cerdas tentunya), terus bakatnya yang bisa show up, seperti jago main gitar, jago ngoong, jago drum, jago nyanyi, main piano, ah pokoknya ada punya keahlian lah plus tongkrongannya yang GAUL abis. Udah deh ini mah namanya lengkap banget. Persis kayak di sinema Korea sana. Aduhai, senangnya bersama mereka...^^ Congrats for a girl who gets this kind of guy.


Aku sudah lama memperhatikan juga mempelajari tentang perempuan luar biasa yang menginspirasi lelakinya (re:suami) untuk menjadi besar. Pengusaha-pengusaha, para motivator, ahli politik, juga penulis buku. Beberapa dari mereka tak mengawali hubungan sejak mereka sukses, mereka mengawali dari bawah, bersama-bersama. Apa yang membuat seorang cowok berwajah dan dompet pas-pas an bisa mendapatkan cewek yang cantik dan pinter saat itu? 

"Dia melakukan apa yang di katakan" jawab seorang istri pengusaha sukses.

Ini tentu tentang hal-hal baik, impian baik, keinginan baik dan rencana ke depan yang baik.

Sering sekali aku mendengar curhatan dari sahabat yang mengeluhkan cowoknya berlaku tidak sesuai dengan apa yang dia katakan dulu, tidak melakukan apa yang di janjikan kemarin, berubah sifatnya dari yang pertama jadian dulu. Bukan hanya sahabat ku, tapi juga aku. Bukan juga sekali aku bertemu cowok yang hari ini berlaku tidak sesuai dengan yang dia katakan kemarin. Okey, skip! Anggap saja tidak penting lagi. 

Kenapa ini jadi hal menarik, karena ini tentu berhubungan dengan masa depan si cewek. Bagaimana bisa bertahan selamanya dengan cowok yang gak bisa pegang apa yang dia katakan. Ada satu kalimat yang tajam, yang pernah ku dengar dari seorang cowok yang benar-benar tau apa yang dia katakan dan berusaha untuk membuatnya jadi kenyataan. 

"Seseorang itu yang bisa dipegang ya omongannya"

Tentu bukan hanya masalah "bisa pegang omongan", tetapi juga agamanya, prilakunya, prinsip dan banyak hal lain yang juga jadi pertimbangan. Tapi, cowok yang omongannya bisa di pegang tentu mengerti benar tentang menepati janji, tidak berbohong, jujur dan bekerja keras yang juga di ajarkan oleh agama. Untuk hal-hal lainnya itu menjadi urusan pribadi bagi sang cewek. 

Aku dan beberapa sahabat cewek ku dan aku rasa juga cewek-cewek baik di luar sana, mengingat dan merekam dengan baik semua ucapan dan rencana baik pujaan hatinya. Ada yang menagihnya terus-terusan, namun ada juga yang hanya menyimpannya dalam hati, dalam diary, dalam note handphone, membacanya berulang kali, berharap waktu itu cepat datang. Saat dimana apa yang cowok ucapkan menajdi nyata.

Yeah...kami memang suka gombal, meski sebenarnya kami tau itu hanya untuk menyenangkan kami. Tapi cewek, tentu kecewa dengan cowoknya yang ternyata hanya mengatakan hal-hal kosong untuknya. Semoga saja, cowok ini mendapatkan cewek kuat bin baik yang mau menuntunnya untuk menepati ucapannya.

Sebelum kesana kemari hingga tiba di materi palsu (versi alamat palsu-Atu Ting Ting :D) jadi aku sudahi saja cerita malam ini, cerita malam yang aku dapatkan saat aku mengelilingi daerah kota gede dan teringat dengan seseorang yang hampir semua ucapan kecilnya kepada ku  hanya kekosongan semata.

Friday, April 15, 2011

Sedikit Cerita tentang seorang Ayah

Aku memanggilnya Baba'Am. Kata Mama itu karena dulunya aku sering mendengar orang-orang memanggil beliau dengan panggilan Pak Am singkatan dari Amdani. Namun karena masih cadel, jadilah Baba'Am yang tersebut, dan berlanjut hingga sekarang. Kata Mam lagi, setelah lahir adik ku Dian, panggilan Baba'Am itu akan berganti, panggilan Ayah dan akan diajarkan pada Adik ku. Tapi ternyata cadel Dian lebih parah, bahkan hingga masuk Sekolah Dasar, sampai sekarang pun dia belum bisa bicara cepat dengan lurus. Panggilan Baba'Am pun melekat hingga sekarang. Sahabat terdekat pun memanggilnya Baba'Am. Dulu aku sempat malu, tapi sekarang aku malah bangga dengan panggilan itu. Setiap bercerita tentangnya aku menyebutnya Baba'Am.

Ba'Am dulu sangat dekat dengan ku, kemana-mana kami sering berboncengan atau naik kendaraan umum. Aku selalu ingin ikut setiap beliau pergi. Tapi beranjak dewasa dan kehadiran Dian, kedekatan seperti itu sudah berkurang. Namun kami tidak pernah tidak berbgi cerita dan rencana-rencana ku ke depan.
 wajah sederhana yang selalu aku rindukan

Aku bangga menjadi anaknya meskipun selalu penuh berdebatan. Beliau tidak pernah mengajarkan tentang hidup langsung kepada kami anak-anaknya. Tapi beliau mencontohkan itu semua. Aku hanya menyimpulkan itu semua dan mengamalkan kebaikannya untuk hidupku. Tak pernah ada aturan resmi dalam keluarga ku kecuali aturan agama itu sendiri yang memang diajarkan sejak aku menghirup udara dunia ini.

Meskipun aku tidak peduli dengan pekerjaan Baba'Am, tapi aku tau beliau adalah pegawai negri jujur. Bahkan waktu kecil aku pernah merengek menolak pemberian uang dari rekan kerjanya. Saaat itu aku belum benar-benar tau apa maksud pemberian uang itu. Namun aku hanya pernah melihat Ba'Am selalu menolak pemberian uang seperti itu, dan aku pun mengikutinya. Yah, beliau tak pernah bercerita tapi memperlihatkan secara langsung.

Aku membeci nya karena merokok, tidak olahraga, suka makan daging dan masih membuang sampah sembarangan. Orang tua, seperti biasa, enggan diberi tahu yang lebih muda, meskipun tau itu adalah benar. Mutlak. Tetap saja bersih keras mereka lah yang benar. Belum menerima perubahan dari anaknya sendiri. Itu yang sering ku gumamkan kalau perdebatan itu dimulai. Dan itupun bukan benci dalam arti sebenarnya. Aku hanya khawatir sesuatu yang buruk terjadi nanti padanya. Itu saja. Satu hal lagi yang membuat aku terkesan, Ba'Am gak pernah peduli dengan ulang tahunnya, namun peduli dengan ulang tahun keluarganya, meskipun tanpa perayaan, namun tak pernah ada penolakan setiap kami memintanya.

Baru-baru ini aku mendengar tentang pekerjaannya. Istilah di sana, tempat Ba'Am kerja, Ba'Am telah di non-job kan oleh Bupati terpilih karena saat pemilu Ba'Am mendukung lawannya. Aku hanya tersenyum kecut mendengar cerita itu. Demikian politik. Ba'Am yang tidak menyenanginya pun harus terjerumus dan terkena dampaknya. Ba'Am selalu terlihat tentang tapi aku tau bahwa beliau pun gusar, apakah mampu memenuhi keinginan kedua putrinya yang sama-sama haus sekolah. Ingin sekolah setinggi-tingginya. Aku pun sedih kalau mengingat itu. Dengan berubahnya pekerjaan Ba'Am maka pola hidup aku pun harus berubah. Aku tidak masalah dengan itu, hanya aku mengkhawatirkan kesehatan mereka di sana, aku jauh di sini , tidak bisa melihat setiap waktu. Juga kahwatir dengan adik yang baru akan kuliah.

Tapi dari ini semua, aku sadar bahwa ini adalah roda kehidupan. Sedang mendapat ujian berarti jalan untuk bertambah mulia. Doaku selalu untuk kesehatan kedua orang tuaku, kelancaran ku untuk terus sekolah meskipun dengan cara yang akan menyusahkan sekalipun namun halal, begitu juga dengan Dian. Keluarga ku yang terpenting dalam hidup saat ini. Hanya mereka yang bisa aku harapkan, bukan untuk kebaikan ku tapi untuk mereka yang selalu ada dan tidak pernah meninggalkan.

Dear Ba'Am, maaf untuk semua yang buruk, yang pernah aku lakukan. Boros. Keras kepala. Tapi aku tidak pernah bohong loh. Aku masih ingat ceritamu tentang anak pembohong dan dosanya di mata Allah tapi maaf, aku masih sering berucap "ah!" kata yang kay selalu benci. Dan aku juga tidak akan pernah minta maaf sudah marah-marah setiap Ba'Am merokok atau ngomel macam-macam setiap Ba'Am buang sampah sembarang. That is true bad attitude Deeeed...

Sekarang...bekerjalah semampu, berhentilah jika lelah sudah selalu kau rasa. Aku siap bergantian denganmu meskipun aku tidak tau mau jadi apa nanti. Tapi sungguh, aku akan berusaha. Hanya mohon selalu doa dan dukunganmu. Berhentilah merusak dirimu sendiri, karena kami di sini, begitu dan terlalu mengkhawatirkanmu. Kami masih, akan dan selalu membutuhkanmu sampai kapanpun. Bukan tentang uang yang kau hasilkan, tapi kehadiran dan keberadaanmu bagi kami yang selalu kami butuhkan.

Saturday, February 26, 2011

just tell and write in the mid night (I guess)

I just finished watching  mean girlrs 2's and it makes me excited to go back to high school, enjoyed a once-adolescence. But I know it's just a wish now that I'm wearing free clothes for learning, ouch , I am at campus. Yeah, I just wanted to say that the movie  was a teenager. Although I had growing up (by age), I still liked the movie.
But I also wanted to write about a time when one feels down and fails because something happened does not match with they want. Like losing the race, not win for a copetition and the last and the most frequently experienced by a teen including me is left behind a girlfriend or boyfriend.
This afternoon I listened to my best friend told me that he had been broke up by his girlfriend a week ago. I just smiled, I knew he was very sad, but I also know, time will heal it. And accept what has happened is the best choice. Ikhlas. 

image from catatan-linggapermesti.blogspot.com

There is no other way to resolve problems left by a girlfriend but to accept it all. Because what everyone is thinking differently. We never really know the contents of one's mind, even though the nearest person. Because it is stored within oneself, not be seen.

Maybe you could get angry because your boy(or)girlfriend left you for granted, without any reason or for another boy or girl. But you also have to remember, he had no reason to do things that you already think is evil. He was a good girl/boy who you choose to live with you, he just has to have a reason that can not be said to you why he/she should leave you. Accept it. Cause so much for our happy ending.

Today I also heard the story, which makes getting to feel grateful for my life. There is still a familly who is still thought about what's going to eat today. While I can choose the foods that I want. But I really know, that God is most fair. And we are taught to share, because it will not run out if we share our wealth with sincerity and with good cause.

image from google

I also see a real stiry of creative thinking while they are in economic difficulty. They are sincere and patient will be given God's way in order to survive in the streets of the beautiful.

 


Today I learned to listen to someone because hearing is sign of care and not look down on someone. Today I also learned about the consistent. Every day is a lesson. We must be wise to understand, digest and try for practice it.
 image from bloomingedelweiss.blogspot.com