Siapa yang gak seneng kalo uda mau deket weekend? Kalo gak karena weekend ada sesuatu yang berat, ada masalah atau apapun yang buat sema berasa datar pasti weekend jadi hari yang di tunggu-tunggu. Jumat menjadi begitu menyenangkan karena besok libur, libur kerja. libur kuliah, libur dari kewajiban. Ahh, bisa memilih untuk melakukan kesibukan yang menyangkan. Hang out, ke tempat-tempat wisata, ke luar kota, shopping, nonton, macam-macam. Pokoknya yang nyenengin. Hingga akhirnya....baru tersadarkan, weekend telah menguras tenaga lebih banyak daripada hari biasa. Tapi semua menyenangkan karena bebas dari apapun yang dianggap beban. Lalu bagaimana jika setiap hari dianggap weekend? Menjalani kewajiban seperti menjalani kegiatan saat weekend? Maka 7 hari akan selalu di nanti terbuatnya matahari. Selamat meng-weekend-kan weekdays ^^
Showing posts with label Gelas Keceriaan. Show all posts
Showing posts with label Gelas Keceriaan. Show all posts
Friday, December 16, 2011
Monday, December 12, 2011
With my night.
Ini bermula dari keinginan ku untuk segera sampai ke rumah. Jadi setelah mengisi bbm di salah satu SPBU di jalan solo, aku menyusuri gang kecil tepat di sebelah SPBU tersebut. Tanpa rasa takut, sambil sedikit menikmati hentakan musik dari headset, aku menyusuri jalan malam yang sepi. Memasuki perumahan, lalu ada tanda, jalan yang biasa ku lewati di tutup karena sedang ada acara pernikahan dan di beri tanda untuk menggunakan jalur di sebelahnya. Aku membelok dengan santai, terus saja menyusuri jalan, dan akhirnya sampai pada bagian jalan yang kanan kirinya dipenuhi tebu. Karena malam semua terlihat seperti ilalang, dan aku seperti berada di pedalaman. Aku semakin menikmati suasana ini.
Sambil terus menyetir motor dengan kecepatan di bawah 40 km/jam, aku melihat ada tukang bakso dari kejauhan. Iseng aku berpikir untuk memesan bakso ala susana "Bang satee baaang" dengan nada dan wajah datar dan mata sedikit menyeramkan. Aku membayangkan itu terjadi dengan sempurna, lalu tertawa geli sendiri.
Motor ku semakin dekat dengan tukang bakso. Aku tidak lagi menggas motor, hanya mengarahkannya tepat ke sebalah tukang bakso yang berada di kanan jalan. Lalu aku membuka helm, dan mengibaskankepala yang tertutu kerudung (apa cobaaa). "Bang...baksonya baaaang" aku mengatakannya dengan suara yang ku buat semirip mungkin dengan susana dan mata yang ku buat menyeramkan.
Si abang bakso hanya berhenti dan tetap menunduk. Aku berkerut. "Baaang bakso baaang" aku mengulang, masih sama persis seperti di awal. Si abang bergeming dan aku begidik. "Jangan-jangan ini bakso setaan lagi" repet ku dalam hati. "Bang!!!" aku berteriak kesal dengan kembali memasang mimik wajah normal bin kesal. Abang bakso masih bergeming, aku mengekrut, datang rasa takut. Tapi masih penasaran, jadi ku teruskan dengan mencolek si abang bakso.
Dengan mata melotot, mulut menganga, si abang bakso mengangkat kepalanya begitu cepat. Dasarnya aku yang mudah kaget, sepontan aku berteriak karena ekspresi abang bakso yang menyeramkan. Usai berteriak dengan brutal aku buru-buru menyetater motor,menghindari segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. "Maaf e Mbaaak, saya ngantuk bangeet, baksonya juga abiiis" aku yang baru saja ingin menggas motor dengan kencang langsung berhenti seketika dan memutar kepala ke arah si abang bakso dengan wajah tak terdeskripsi.
"Ra po po e maaas" kata ku sambil nyengir. "Lanjut jalan maas, ati-ati" Si Abang bakso meneruskan perjalanannya dengan langkah gontai karena ngantuk. "Hasssssh" aku hanya bisa geleng-geleng. Kalo di pikir-pikir, aku mau menakut-nakuti si abnag bakso juga tidak akan sukses, penampilan aku aja sudah tidak mendukung, berkerudung, bercelana jeans hitam, berkaos panjang hitam, bawa tas lagi. Entah apa yang ku pikirkan tadi, hingga mudah saja melancarkan ide iseng gak berpendidikan ini. Senyuman saat malam.
Yogyakarta, 12 Desember 2011, 23.30
Thursday, November 3, 2011
Lapar dam Kamu
Kesederhanaan dari rasa lapar ada butuh isi untuk menghilangkannya. Tapi dia tetap saja akan datang lagi kala isi itu telah habis di gunakan untuk banyak cerita hidup. Lapar datang sebagai tanda untuk kembali mengisi, untuk kemudian dia hilang dan datang lagi. Begitu terus namun tak pernah tinggalkan bosan, sepanjang hidup, hingga akhir.
Bisa kah aku isi lagi hampa yang ada sekarang? Jika benar ini adalah tanda. Apakah aku butuh kehadiranmu saat ini? Namun tentu tidak untuk kau menghilang lagi untuk waktu lama. Benarkah ini hanya perlu kehadiranmu untuk mengisinya lagi? Kemudian kau bisa pergi sesaat, seperti lapar yang datang, lalu hadir lagi untuk mengisi hampa ini (lagi)
Jika seperti itu, jika waktu lapar adalah nyata dan hampa ini seperti kehidupan mimpi yang jauh lebih lama daripada kenyataan. Aku akan baik-baik saja. Tentu. Karena telah tau kau akan mengisinya lagi. Seperti aku yang aku menghilangkan lapar ini.
Selamat malam. Selamat makan. ^^
Wednesday, November 2, 2011
Obat hati
Orang yang gak mau belajar itu akan terus terpaku pada masa lalu. Termasuk juga orang yang gak pernah berhenti memikirkan masa lalu, memasukannya ke dalam hati sedalam-dalamnya, kemudian menjadikannya busuk. Merusaka sirkulasi hati otak dan tubuh. Padahal masih bisa di alihkan dengan hal yang lebih baik. Seperti membaca. Membaca bacaan yang memberi sesuatu yang baru tentunya. Mendapatkan sesuatu yang baru dari membaca sama dengan belajar. ^^
Dan ayo belajar apa saja untuk memperbaiki hati yang sakit, menambah kualitas diri dan tentu jadi lebih baik lagi. ^^
Tuesday, October 18, 2011
Bau Hujan
Sekarang sedang hujan. Tepat di satu hari setelah satu bulan aku di sini. Di Jogjakarta. Bau nya. Baunya menusuk hidung. Bau kering yang di sirami beningnya air dari langit. Cuma sebentar dan sekrang hanya tinggal sisanya. Tak apa, yang penting aku mencium baunya, merasakan basahnya.
Sekarang, setelah hujan. Baunya masih tinggal. Aku rekam. Aku simpan. Dan jika datang lagi, aku akan tau itu adalah bau hujan. Bau yang menguasai suasana hati ku, yang ku intip dari balik lubang hatiku. Dan kau tutupi dengan kedamaian.
Sekarang, kering lagi. Basahnya hanya mengurangi sedikit kering. Mengendapkan segelintir debu. Namun masih sejuk, walau sedikit. Bau hujan hanya tersisa sedikit. Sudah semakin jauh. Namun tidak ku lupakan dan tidak meninggalkanku. Hanya pergi berbagi ke tempat lain. SEPERTI KAMU.
Sekarang, setelah hujan. Baunya masih tinggal. Aku rekam. Aku simpan. Dan jika datang lagi, aku akan tau itu adalah bau hujan. Bau yang menguasai suasana hati ku, yang ku intip dari balik lubang hatiku. Dan kau tutupi dengan kedamaian.
Sekarang, kering lagi. Basahnya hanya mengurangi sedikit kering. Mengendapkan segelintir debu. Namun masih sejuk, walau sedikit. Bau hujan hanya tersisa sedikit. Sudah semakin jauh. Namun tidak ku lupakan dan tidak meninggalkanku. Hanya pergi berbagi ke tempat lain. SEPERTI KAMU.
Sunday, October 16, 2011
Saat ini
Saat-saat seperti ini, saat di tanya apakah aku baik-baik saja. Aku sedikit bingung untuk menjawabnya. APa spesifikasi yang mereka tanyakan?Fisik ku atau batin ku? Fisik ku hanya sesekali merasa sakit, entah darimana sumbernya, aku abaikan. Sugesti ku aku sehat. Batin ku? AKu bahagia, aku tertawa, aku menangis, aku..yah aku merasakan itu semua di antara dua rasa Jatuh Hati dan Patah Hati, keduanya datang berasamaan. Lalu baik kah batin ku?
Saat aku menjawab baik-baik saja, sedikit sisi hatiku protes. "Hey kau sedang patah" demikian katanya. Namun saat ku bilang buruk, hati ku berbisik lembut "lihat akibat ptaha hatimu sayang" demikian katanya. Yah, patah hati ini membuat aku menulis lebih banyak, meski tak semua mempesona yang membaca tapi setidaknya ada hasil untuk tiap harinya.
Apakah membosankan tentang itu dan itu lagi? Tidak! Tidak itu dan itu lagi. Aku memadukannya, aku memadukan rasa syukur dan patah hati, marah dan patah hati, ikhlas dan patah hati, dan jatuh hati pada diriku sendiri yang lebih membahagiakan.
Baru tadi aku marah lagi. Sudah patah hati, rindu tertahan lagi. Betapa menyakitkan keduanya. Tapi sekarang aku sudah mmebaik lagi. Yah, aku membaik lagi setelah selesai menulis beberapa bait tentang marah ku. Meluap kah dia? Tidak, hanay terungkap kan dengan cara lain. Dan aku, begitu mensyukuri ini, meskipun patah hati. ^^
Saturday, October 15, 2011
Tidak Berjuang
Mau memaksa menulis tapi sudah tak dapat lagi merangkai yang panuh makna dan berarti. Tubuh sudah sangat lelah, seharian penuh di paksa beraktivitas. Ada yang menyenangkan ada yang tidak. Seperti harus ke kampus hari ini. Selebihnya hanya duduk diam di boncengan ikuti arah laju motor yang dikemudikan teman, melakukan wisata kuliner. Lalu makan dengan kurang bersemangat karena kram pada perut. Hal rutin tiap bulan untuk perempuan ( Kok jadi cerita makan?). Sudah mulai tidak konsen.
Yah, pada akhirnya harus sign out dan memejamkan mata. Berhenti sejenak menulis dini hari ini.
Sama seperti ... seperti aku berhenti untuk berjuang, bahkan sebelum perjuangan itu di mulai. Tadi aku ke toko buka. Membaca sinopsis singkat sebuah novel di cover bagian belakang. Tak begitu ingat runutan tulisannya tapi intinya "cinta itu begitu pantas untuk diperjuangkan". Yah, emang pantas dan layak. Jika diletakan pada hati yang benar dan juga pantas.
Aku memilih tidak memulai berjuang, karena menyadari aku meletakan cinta ini pada orang yang (bukan tidak benar dan tidak pantas) salah. Aku memilih mundur. Yah... cinta memang sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan, tapi ketika itu memberikan "patah dan sakit" tidak hanya untuk mu namun juga banyak hati, apa kah masih layak? ada kalanya cinta menjadi pantas hanya untuk diterbangkan dan di ceritakan begitu saja pada dunia. Sebagimana dia ada apa adanya. Ala kadarnya. Dengan kesederhanaannya. Dengan pilihannya. Dengan pelajaran yang di berikannya. Dan dengan setiap kejuatannya.
Friday, October 14, 2011
Hati ku
Ada sesuatu yang aneh yang sering aku lakukan, mungkin lebih tepatnya sesuatu yang bodoh. Sering kali aku memaksa hati ku merasakan sakit yang sebenarnya bisa saja aku lupakan dengan melakukan hal lain. Atau hanya dngan menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Tapi ternyata dan nyatanya, setelah itu aku ingin menulis, aku ingin menghasilkan sesuatu dari sakit itu, agar semua tertuang sesuai yang aku rasa tanpa ada kata yang sendirinya aku tidak merasakan.
Mungkin yang membuat ku setelah itu bisa berubah sangat berbeda dari rasa yang sebelumnya, dari yang menangis, bahkan hingga tertidur, menangis berjam-jam menghabiskan berlembar-lembar tisyu, menangis ditemani lagu-lagu mellow yang mendukung suasan hati atau malah bisa melebih-lebih ka suasana. Menjadi aku yang kembali bisa tertawa, bergurau atau bahkan menghibur yang lainnya.
Semua ini hanya untuk aku rasakan sepenuhnya agar besok tak terulang lagi, dan aku bisa tersenyum atau mungkin bangga dengan apa yang ku tulis dengan hati saat itu. Karena, hati ku terlalu berharga untuk sakit yang berulang kali, untuk remuk berulang kali, untuk merasakan patah berulang atau tersudut sendiri berkali-kali. Hati ini bagian hidup ku, bukan rasa yang kurasakan untuk yang mematahkan nya sejenak yang sebenarnya bagian hidup ku. Tapi seutuhnya hatiku. Untuk itu aku harus menjaganya. Tidak membiarkannya merasa sakit berulang kali karena menyimpan rasa yang di kira adalah bagian dari hidup sang pemilik, padahal jelas itu yang menusuk.
Dan ketika ketulusan dan keikhlasan dengan patah yang telah terjadi, perlahan hati akan membentuk diirnya lagi, seiring dengan izin sang pemilik yang ikhlas menerbangkan rasanya yang dengan tulus hadir meski tak berbalas, terbang tinggi. Lalu membentuk lagi hati yang baru yang lebih indah, lebih manis dan ceria ^^. Dan selamat datang hari dengan hati yang baru.
Friday, October 7, 2011
Laugh
Baca tweet from Radityadhika
Tiba-tiba aku melanjutkan tulisan dari judul novel Tere-Liye
"masih mending ayu ting ting dapat alamat paslu daripada harapan palsu"
Hahahha, ini mengguncang perut dan hati ku :DTiba-tiba aku melanjutkan tulisan dari judul novel Tere-Liye
"daun yang jatuh tak pernah membenci angin, begitu juga dengan aku yang tak membenci hati ku yang jatuh padamu"
Unyu sii,,tapi ngenes juga ni kata-kata
Tuesday, May 31, 2011
Selingan Waktu Saat menyelesaikan Tugas Akhir
Aku tak tau kepastian apakah TA ku ini telah benar atau tidak, teleh sesuai atau tidak. Tak jua diperiksa oleh dosen pembimbing. Ah, ntahlah.
Lagu ini tiba-tiba ada di playlist, Maaf dari Calvin Jeremy. Liriknya aku merasa aku banget waktu dulu. Gak papa dong yah, mengingat dulu kalau hanay untuk menulis, tidak mengungkit lagi atau malah inign kembali ke masa itu. Toh masa sekarang sangat jauh indahnya daripada lalu.
Dulu aku pernah menjalani hubungan dengan seseorang dimana aku paling sering minta maaf, hampir satu minggi satu kali. Sudah beragama macamnya kesalahanku. Tapi gak juga aku tau dimana intinya. Sampe sekarang baru aku sadar bahwa intinya adalah aku tidka diterima apa adanya. Dan memang ego ku yang sulit untuk benar-benar berubah. Terlebih kalau aku diminta belajar sendiri, menacari tau sendiri. Aku bukannya tak mencoba, berkali-kali, tapi malah kegagalannya lebih parah lagi.
Dan sekarang aku belajar bahwa sesuatu itu ya harus diomongin. Kamu kesel, kamu gak suka, dan kamu minta orang yang bertanya tentang kekesalan kamu itu mencari tau sendiri, disuruh menunggu kesal kamu reda saja itu sudah hal tersulit apa lagi mencari tau. Tau gak? Ketidaksabarannay dalam menanti itu karena dia begitu takut kehilangan kamu, takut tiba-tiba dalam masa penantiannya itu, saat kamu gak bersamanya, hati kamu diisi yang lain lah, atau malah kamu berpikir "hmmm nyaman juga ya tanpa dia". Nah lo! Ketakutan-ketakutan itu memang membuat mu risih, terganggu, tapi mengertilah sedikit saja, dia hanya ingin tau kabar mu, walau hanya untuk mendengar kamu menjawab telfon "halo" membalas sms "ya". Dia hanya ingin kamu selalu ada dalam hari-harinya. Dan sedikit saja mengerti tentang ini, "masalah itu seharusnya diselesaikan sesegera mungkin, di bicarakan sedalam mungkin, agar jelas semua, agar tampat mana yang harus di koreksi dan instopeksi."
berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan
kasih maafkanlah aku dan jangan kau membisu
karna kesalahanku, keegoanku
berikanku kesempatan tuk perbaiki semua
karna ku hanya ingin membuatmu bahagia
ku rindukan tawa dan candamu saat ini
yang biasa mengisi hariku, warnai hidupku
ku perlukan cintamu, hadirmu di sini
ku mohon kembalilah padaku seperti dulu
Okeey, lanjut dengan TA.
Lagu ini tiba-tiba ada di playlist, Maaf dari Calvin Jeremy. Liriknya aku merasa aku banget waktu dulu. Gak papa dong yah, mengingat dulu kalau hanay untuk menulis, tidak mengungkit lagi atau malah inign kembali ke masa itu. Toh masa sekarang sangat jauh indahnya daripada lalu.
Dulu aku pernah menjalani hubungan dengan seseorang dimana aku paling sering minta maaf, hampir satu minggi satu kali. Sudah beragama macamnya kesalahanku. Tapi gak juga aku tau dimana intinya. Sampe sekarang baru aku sadar bahwa intinya adalah aku tidka diterima apa adanya. Dan memang ego ku yang sulit untuk benar-benar berubah. Terlebih kalau aku diminta belajar sendiri, menacari tau sendiri. Aku bukannya tak mencoba, berkali-kali, tapi malah kegagalannya lebih parah lagi.
Dan sekarang aku belajar bahwa sesuatu itu ya harus diomongin. Kamu kesel, kamu gak suka, dan kamu minta orang yang bertanya tentang kekesalan kamu itu mencari tau sendiri, disuruh menunggu kesal kamu reda saja itu sudah hal tersulit apa lagi mencari tau. Tau gak? Ketidaksabarannay dalam menanti itu karena dia begitu takut kehilangan kamu, takut tiba-tiba dalam masa penantiannya itu, saat kamu gak bersamanya, hati kamu diisi yang lain lah, atau malah kamu berpikir "hmmm nyaman juga ya tanpa dia". Nah lo! Ketakutan-ketakutan itu memang membuat mu risih, terganggu, tapi mengertilah sedikit saja, dia hanya ingin tau kabar mu, walau hanya untuk mendengar kamu menjawab telfon "halo" membalas sms "ya". Dia hanya ingin kamu selalu ada dalam hari-harinya. Dan sedikit saja mengerti tentang ini, "masalah itu seharusnya diselesaikan sesegera mungkin, di bicarakan sedalam mungkin, agar jelas semua, agar tampat mana yang harus di koreksi dan instopeksi."
lirik Maaf-Calvin Jeremy
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan
kasih maafkanlah aku dan jangan kau membisu
karna kesalahanku, keegoanku
berikanku kesempatan tuk perbaiki semua
karna ku hanya ingin membuatmu bahagia
ku rindukan tawa dan candamu saat ini
yang biasa mengisi hariku, warnai hidupku
ku perlukan cintamu, hadirmu di sini
ku mohon kembalilah padaku seperti dulu
Okeey, lanjut dengan TA.
Subscribe to:
Posts (Atom)