Showing posts with label Kangen. Show all posts
Showing posts with label Kangen. Show all posts

Saturday, April 21, 2012

Rindu

Seperti apa sebenarnya aku merindukanmu? Rindu yang membutuhkanya? Atau rindu untuk menyampaikan rasaku?Yang pasti, aku hanya ingin dia segera ada di sini. Sesaat setelah rindu menghampiri. Namun demi memberi kebebasan untuknya, demi memberikan hidup yang adalah haknya, aku membebaskannya. Tapi tidak semudah membebaskan aku akan rindu ini.

Selepas semua telah ku ikhlaskan, selepas semua telah ku berika senyum, bahkan untuk sesuatu yang menyakitkan. Aku menerima adanya ini, sebuah jarak, sebuah jarak yang ternyata terlalu jauh melebihi perbedaan antara pulau yang berbeda, yang kita pijak. Ini menyakitkan menyimpannya. Rindu ku tak miliki hak untuk bermuara padamu.

Kepada carikan kertas, kepada desing parau suara sore, kepada oranye langit sore di depan kamar sepi ini, aku menghela rindu yang terasa semakin pekat, menyulitkan nafasku. Begitu sesak kadang hingga berair wajah ini. Datanglah ke sini walau lewat kabar, walau mungkin kau berbohong, membodohi ku, untuk membebaskan aku bernafas.

Selepas semua telah terbang kembali pada tempatnya masing-masing. Rinduku pun seharusnya menemui ajalnya. Harusnya mati dan tiada lagi. Selamanya. Memang dia tak harus datang lagi. Waktunya memang singkat, meski telah merubah tahunan hidup yang telah ku jalani dan ku buat. Hanya seperti itu rindu akanmu datang. Yang bahkan aku tak sadari ini rindu karena rasa ini atau rindu membutuhkanmu. Selamat tinggal rindu.

Wednesday, April 11, 2012

Kangen 3


Ada manis senja ku jilat saat mengingatmu dari jauh
Aku tak bisa memelukmu dengan tatapan rindu
Ada hujan yang mengirim kilas cium mu
Aku tersenyum di balik kusutnya hujan

Rindu sudah bosan merengek
Hanya tinggalkan pesan
Rindu sudah bosan bergelayut
Hanya menyisakan aroma

Aku..meski ingin bersama tapi hidup milikmu, tetap memisahkan kita
Aku..meski ingin selalu beriringan denganmu, tapi waktu milikmu, memisahkan kita
Aku…meski ingin selalu menggandengmu, tapi  mimpimu milikmu, memisahkan kita

Kita tak tersesat dengan jarak ini, kita tak tersesat dalam perpisahan ini
Hai waktu, ada banyak pilihan arah dalam sebuah perjalanan,
Berbaik hatilah untuk pertemukan kami di suatu tempat nanti,
Yang nantinya menjadi tujuan akhir kami….

Pare, 21 Feb 2012 11.30
Saat merasa bahagia dengan rasa rindu untuk kamu

Kangen 2

Hany sesaat tapi diingat. Namamu menjadi dua kata sakral yang jika terbaca menerbangkan ingatan pada malam-malam yang sebentar itu, namun itu untuk pertama kalinya. Pertama kalinya ku kemas sebagai cerita untuk di bagi pada keramaian.

Masih terekam jelas meski tak dengan hati, cara mu memutar setir, cara mu berjalan yang gontai namun semangat, dan itu lah gayamu memang, dan ceramua memakan senar-senar gitar, seperti saat itu kau sedang jiwamu. Seharusnya banyak lagi yang bisa ku ingat, dan ku tulis. Namun waktu sudah mengobati semua. Semua sudah menjadi sekedar ingatan.

Kangen yang dulu menggebu, yang dulu ku paksa ku simpan, telah di packing oleh waktu dengan begitu indah. Begitulah kangen, seperti penyakit yang sudah pasti kita ketahui obatnya namun tak bisa di telan saat itu juga, Namun waktu pasti akan mememluknya, menjadikan sekedar kenangan, bukan kangen-an (lagi)

Tuesday, April 10, 2012

Kangen I

Bagaimana kabarmu saat kita berjauhan?
Meskipun dekat dan kita masih sulit bertukar cerita. Bagian yang paling ku cinta dari pertemuan kita, aku senang bercerita denganmu. Di antara gelapnya angkringan kota ini, di bangku gerobak angkringan dengan segelas es teh manis dan sepiring kecil ceker bakar dan gorengan, di lesehan pinggir jalan, di bawah jembatan yang bising, di sebuah cafe yang cukup elok, di sepanjang jalan temarang kota ini, atau di pinggir pantai dan di bawah hujan, aku cinta itu semua.
Bagaimana kabarmu saat itu semua semakin sulit kita lakukan?Kalau aku, aku merindukannya.

Bukan aku tidak tau kalau kehidupan itu terus mengalami perubahan, begitu juga dengan cara kita menjalani hubungan ini. 

Aku tak keberatan, aku hanya merindukan saat-saat itu, dan kadang yah, itu menyakitkan. Tapi demikianlah itu telah terjadi. Tak apa, aku tau ini cara kita, ini perubahan cara kita, bukan tentang hati kita.