Tuesday, May 31, 2011

Pertahanan

Tak percayai hingga kini kau pemberi
Tak sadari hingga saat ini aku masih putri
Tak percayai hingga kini masih ada mu dalam doaku
Tak sadari hingga saat ini aku masih bidadari

Seperti bukit
Seperti lembah
Seperti gelombang
Ada kalanya kita di dasar

Banyak ketidak relaan
Terjuntai tanda tanya
Dan bukan tentang ini masih berjalan
Dan bukan tentang ini mengalir

Tapi tentang pertahanan kita

Bukan Milik Kita

merekam jejak kebusukan diri
mamastikan semua telah terjadi
memutar peristiwa busuk
memastikan tak ada yang tertusuk


tulisan tak berjiwa ini terangkai lewat rekam cerita
tulisan tak bernyawa ini tertuang lewat rekam kepedihan
tulisan tak berdarah ini tercetak lewat rekam sesal
tulisan tak berdetak ini ada beriring dengan jantungku,
yang masih berdetak


aku meninggalkanmu dan kamu meninggalkanku
aku menghapusmu dan kamu menghapusku
semua memudar dan menghilang


beranjak waktu namun kita merangkak menghapus
berlari waktu waktu namun aku menyeret hati untuk terus


pecah, geming, karam
kisah ini usai


keabadian bukan milik kita

Selingan Waktu Saat menyelesaikan Tugas Akhir

Aku tak tau kepastian apakah TA ku ini telah benar atau tidak, teleh sesuai atau tidak. Tak jua diperiksa oleh dosen pembimbing. Ah, ntahlah.


Lagu ini tiba-tiba ada di playlist, Maaf dari Calvin Jeremy. Liriknya aku merasa aku banget waktu dulu. Gak papa dong yah, mengingat dulu kalau hanay untuk menulis, tidak mengungkit lagi atau malah inign kembali ke masa itu. Toh masa sekarang sangat jauh indahnya daripada lalu.


Dulu aku pernah menjalani hubungan dengan seseorang dimana aku paling sering minta maaf, hampir satu minggi satu kali. Sudah beragama macamnya kesalahanku. Tapi gak juga aku tau dimana intinya. Sampe sekarang baru aku sadar bahwa intinya adalah aku tidka diterima apa adanya. Dan memang ego ku yang sulit untuk benar-benar berubah. Terlebih kalau aku diminta belajar sendiri, menacari tau sendiri. Aku bukannya tak mencoba, berkali-kali, tapi malah kegagalannya lebih parah lagi.


Dan sekarang aku belajar bahwa sesuatu itu ya harus diomongin. Kamu kesel, kamu gak suka, dan kamu minta orang yang bertanya tentang kekesalan kamu itu mencari tau sendiri, disuruh menunggu kesal kamu reda saja itu sudah hal tersulit apa lagi mencari tau. Tau gak? Ketidaksabarannay dalam menanti itu karena dia begitu takut kehilangan kamu, takut tiba-tiba dalam masa penantiannya itu, saat kamu gak bersamanya, hati kamu diisi yang lain lah, atau malah kamu berpikir "hmmm nyaman juga ya tanpa dia". Nah lo! Ketakutan-ketakutan itu memang membuat mu risih, terganggu, tapi mengertilah sedikit saja, dia hanya ingin tau kabar mu, walau hanya untuk mendengar kamu menjawab telfon "halo" membalas sms "ya". Dia hanya ingin kamu selalu ada dalam hari-harinya. Dan sedikit saja mengerti tentang ini, "masalah itu seharusnya diselesaikan sesegera mungkin, di bicarakan sedalam mungkin, agar jelas semua, agar tampat mana yang harus di koreksi dan instopeksi."


lirik Maaf-Calvin Jeremy
berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan

kasih maafkanlah aku dan jangan kau membisu
karna kesalahanku, keegoanku
berikanku kesempatan tuk perbaiki semua
karna ku hanya ingin membuatmu bahagia

ku rindukan tawa dan candamu saat ini
yang biasa mengisi hariku, warnai hidupku
ku perlukan cintamu, hadirmu di sini
ku mohon kembalilah padaku seperti dulu



Okeey, lanjut dengan TA.