Monday, February 28, 2011

Musim

Hari ini sejuk sekali di Cengkareng. Mau berbuat apapun terasa nyaman, kalau diladeni maka akan ditemani rasa kantuk luar biasa, inginnya menarik selimut tidur atau menikmati film-film box office di kamar yang nyaman, ditemani secangkir teh hangat dan sederet cemilat yang menambah keistimewaan hari yang sejuk ini. Belum lagi kalau bersama sahabat-sahabat, sambil bercerita yang sudah dilalui selama tidak bertemu. Manis dibayangkan, tapi bukan berarti yang nyata ini pun tidak asik. Bangun pagi tadi aku mendapati sedang tidur dengan posisi meringkuk, baru pertama kali ini terjadi selama aku tinggal di Cengkareng. Udara pun tercium basah. Bukannya ingin mandi, aku malah sibuk membuat sarapan, udara dingin membuat perut selalu lapar. Sambil mengunyah sereal yang kau buat sendiri, aku membaca timeline di twitter, beberapa posting dari daftar temanku mengatakan sedang merasakan dingin, ada yang di Sumatra dan daerah Jawa lainnya. Wow. ternyata dingin tidak hanya di sini saja. Yah, mudahan semuanya juga merasakan, sejuk sekejap di kota penuh polusi. Entahlah ini sekejap atau akan berlangsung lama, tapi yang pasti perubahan ini  terasa ekstrim. Tumbuhan di luar pasti bingung, "ini musim apa?" "aku belum siap jiak harus berbuah.". Tumbuhan tumbuh juga berdasarkan  musim. Seperti saat musim kemarau, mangga menjadi buah yang mudah di dapatkan karena mangga sebagai penyedia vitamin C agar daya tahan tubuh tidak menuruh (begitu kata dosenku). Masih dari cerita dosen ku, kalau musin tidak jelas gini, mangga jadi bingung, mau berbuah kapan?

See, sekarang aku jadi tidak tahu, initepatnya musim apa. Tidak seperti waktu aku kecil, yang tinggal di sebuah kabupaten yang ramah, Saat bulan berjung "ber"(september, oktober, november, desember) datang kami sibuk menampung air kalau hujan turun, ada yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan cadangan musim kemarau, Yah, kami memenuhi kebutuhan air dengan sistem tadah hujan. Tapi sekarang? Aku bahkan lupa bulan ini seharusnya musim apa. Atau mungkin akan bertambah jenis musin di Negri ini. 

Memang tidak bisa diperbaiki dengan seketika. Tapi bisa kan tidak menamabah kekacauan??? (wish)

Kantong Plastik

Minggu kemarin aku belanja beberapa roti dan cake di salah satu toko roti di mall. Kemasan yang dibuat setelah dari kasir sangat menarik, satu roti di kemas dengan 1 bungkus plastik,  sedangkan yang cake dimasukan ke kotak. Lalu setelah semua roti dan cake dikemas, dasatukan dalam satu kantong plastik. Rapih. Tapi dibalik rapi itu, ada usaha kerasa lingkungan yang secara alami akan menguraikan itu semua. Belum lagi nilai estetika yang berkurang kalau plastik-plastik dan kotak-kotak itu mendarat begitu saja di lingkungan, bukan ditempatnya. Ditambah lagi bau yang ditimbulkan jika sudah bercampur dengan sampah-sampah lain. Perjalanan yang panjang. BUkan hanya dari proses produksi yang memanfaatkan hasil alam tapi juga proses setelah tidak lagi berguna. Wow.

Aku mendiskusikannya dengan seorang sahabat, sambil menikmati roti di sore hari. "Kalo di luar negri plastik-plastik ini dijual loh, jadi kalo bawa tas sendiri gal perlu bayar plastik lagi" katanya sambil memegang kotak cake yang sangat tebal dan hmm, terlihat bagus.
"Kalo gitu kenapa gak dijual aja semua plastik yah? Kan selama ini harga plastik yang disediain penjual itu kita yang tanggung, harga plastik dimasukan ke harga jual  barang-barang yang kita beli. Coba dipisahkan dan konsumen dikasih pilihan untuk memilih menggunakan plastik atau gak. Jadi biaya yang harus dia bayar termasuk biaya produksi, keuntungan bagi produsen serta biaya penguraian. Nah, dengan gitu kan pembeli juga mikir, soalny ini masalah uang, kalo uang orang pasti peduli. Jadi pada mikir deh tu mau seenaknya gunain plastik"

Nah lo!? Pembicaraan sore yang mungkin sudah menjadi pemikiran orang hebat terdahulu atau sedang menjadi program pemerintah, salah satu pusat perbelanjaan atau penjual-penjual yang lain (Amin), suah berlangsung. Dan aku jadu mikir sendiri, "memangnya susah yah memberlakukan hal tersebut?". Oh...aku tau, hal tersebut akan merugikan produsen plastik. Ah, tidak juga, ada ribuan plastik juga yang akan tetap digunakan, memangnya makanan yang dikemas dengan plastik diproduksi oleh produsen kain? Plastik juga kan? Aku rasa perusahaan itu tidak akan gulung tikar. Bahkan mungkin bisa menjadi kreatif dengan memanfaatkan sampah sebagai wadah plastik untuk pembeli.

Menarik. Kreatif. Namun masih sebagai wacana. Sampai kapan yah?

Saturday, February 26, 2011

just tell and write in the mid night (I guess)

I just finished watching  mean girlrs 2's and it makes me excited to go back to high school, enjoyed a once-adolescence. But I know it's just a wish now that I'm wearing free clothes for learning, ouch , I am at campus. Yeah, I just wanted to say that the movie  was a teenager. Although I had growing up (by age), I still liked the movie.
But I also wanted to write about a time when one feels down and fails because something happened does not match with they want. Like losing the race, not win for a copetition and the last and the most frequently experienced by a teen including me is left behind a girlfriend or boyfriend.
This afternoon I listened to my best friend told me that he had been broke up by his girlfriend a week ago. I just smiled, I knew he was very sad, but I also know, time will heal it. And accept what has happened is the best choice. Ikhlas. 

image from catatan-linggapermesti.blogspot.com

There is no other way to resolve problems left by a girlfriend but to accept it all. Because what everyone is thinking differently. We never really know the contents of one's mind, even though the nearest person. Because it is stored within oneself, not be seen.

Maybe you could get angry because your boy(or)girlfriend left you for granted, without any reason or for another boy or girl. But you also have to remember, he had no reason to do things that you already think is evil. He was a good girl/boy who you choose to live with you, he just has to have a reason that can not be said to you why he/she should leave you. Accept it. Cause so much for our happy ending.

Today I also heard the story, which makes getting to feel grateful for my life. There is still a familly who is still thought about what's going to eat today. While I can choose the foods that I want. But I really know, that God is most fair. And we are taught to share, because it will not run out if we share our wealth with sincerity and with good cause.

image from google

I also see a real stiry of creative thinking while they are in economic difficulty. They are sincere and patient will be given God's way in order to survive in the streets of the beautiful.

 


Today I learned to listen to someone because hearing is sign of care and not look down on someone. Today I also learned about the consistent. Every day is a lesson. We must be wise to understand, digest and try for practice it.
 image from bloomingedelweiss.blogspot.com