Friday, October 7, 2011

Sesuatu tentang jodoh

Kemarin malam, saat makan malam bersama dua teman ku. Tiba-tiba kita membicarakan jodoh. Tema perbincangan yang gak ada abisnya. Dan satu temen ku tiba-tiba bertanya "siapa ya jodoh gue nanti???". Waks. Aku dan teman ku hanya menjawab dengan tersenyum. Dalam hati pun aku juga bertanya hal yang sama. Siapa ya jodoh gue nanti? Kenapa banyak dipertemukan dengan cowok A, B dan C kalau ternyata bukan mereka. Atau  mungkin dia adalah masa lalu yang benar-benar ku lupakan? Atau dia yang tak sengaja ku tatap matanya saat ingin membayar makan? Atau dia yang ...ah...atau si A atau si B. Aku gak akan tau sampai pada waktunya nanti, begitu juga dengan teman ku. Ini tentu misteri yang seru.

Dan hari ini, iseng aku melihat profil facebook sepupuku. Melihat profil picture nya bersama pacar kesayangnya. Sepertinya tampak bahagia sekali, belum lagi status-statusnya. Waaa, sepertinya hidup lengkap banget yaa.. Yah,,,aku pernah merasa seperti itu. Hidup terasa penuh dan cukup dengan kehadirannya. Dia yang tiba-tiba datang jauh-jauh membawa bunga hanya untuk mengucapkan happy aniversary sayang, dia yang tiba-tiba lagi datang saat aku sakit membawa macam buah yang aku suka, memastikan sakit ini tidak terlalu parah. Lalu pulang. Dia yang panas-panas dengan sabar nganterin kemana pun aku mau. Hampir sebagian hari ku adalah tentang dia. Cukup dan penuh. Ah,,,,senangnya saat itu.

Dan, jeger!!! Saat semua harus berakhir, aku harus terbiasa sendiri. Mengirim surat ke kantor pos sendiri, belanja sendiri, ngeprint tugas sendiri, serba sendiri. Bahkan keteteran ini itu, kehilangan ini itu, ketinggalan ini itu. Gak ada yang ngingatin makan siang, makan malam, tidur jangan larut. Atau perhatian-perhatian kecil yang dulu nya menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

Aku jadi sadar, sendiri itu jadi sulit karena belum terbiasa, dan ketika semua telah di terima, untuk kembali ke masa-masa manja itu jadi kagok, karena sudah bahagia dan terbiasa menjadi mandiri.

(Cerita mulai gak nyambung, dari jodoh ke pacaran, apa siiii??)--Lanjut.

Ada rasa iri ingin seperti gadis lain yang memiliki pacara penuh kejutan, selalu ada, smart, berwajah tampan, ini wajar banget, wajar sewajar wajarnya. Aku pun pernah menginginkannya, tapi apa in yang aku butuhkan? Hahahahha. Sepertinya tidak.... ^^ Jelas itu bukan kiblat bahagia ku. Masih banyak hal menyenangkan lainnya yang juga bisa menimbukan "iri" bagi gadis lain dari diriku (tapi apa ya?? ew..muka pas-pas an, tinggi gak juga, idung gede..hahahha, mungkin ya ini, aku menerima ini dengan bangga sebagai hadiah dari Tuhan :D *bilang aja gak punya duit buat operasi seperti artis korea, haha)

Ah, hal kecil kadang suka buat hidup kita ribet sendiri, seperti bertanya "kenapa gue gak segampang dia dapetin cowok/cewek?" "Kapan si gue bisa punya cowok/cewek kayak temen-temen gue?" atau yang tidak bersyukur "kenapa si gue mesti LDR sama cowok gue?" "kenapa cowok gue gak penuh kejutan banget.flat abis!!!" atau banyak lagi lah. Kalau terus dipikirin keinginan yang gak tercapai itu bisa bikin sakit perut, rusak mood. Rugi bandar!!!

And...siapapun jodoh aku dan kamu nanti, yang penting target waktu, dan usahanya. Alias pantaskan diri dulu (kalau mau dapat yang baik, baikin diri sendiri dulu). Se"hancurnya" pacar aku dan kamu sekarang...dia adalah "sesuatu" yang bikin pagi lo gak sesuram seperti si patah hati kan???

^_*

Dulu VS Sekarang (Jelas aja beda-_-)

  





Lihat dua gambar ini?
Satu gambar diambil secara tegak lurus (tampak jempabatan) satunya lagi menyamping. 
Sungai ini adalah suangi yang sama. Gambar bawah di ambil pada tahun 2008, sangat tenang, airnya jernih. Beberapa warga juga bersama teman ku ikut mandi di sungai ini. Kalau banjir, air naik sampai ke jembatan, dan saai itu adalah kebahagiaan kami. Main air. 

Lama aku tak berkunjung ke komplek percandian ini, kemudian saat terdengar kabar di temukan candi baru aku meluncur ke sana dan mendapati sungai yang saat tahun 2008 yang airnya masih dapat membuat ku bercermin, menjadi keruh dan sangat sedikit air. Bahkan bagian tepinya bisa di pakai untuk main bola.

Hanya tiga tahun. Dan kekeringan menghampirinya. Aku tak tau nama sungai ini, sejarah sungai ini (someday, aku akan kembali lagi ke sana dan mengorek informasi dari warga tentang sungai ini), walau sungai ini bersejarah buat hidup ku.

Tak perlu di jelaskan lagi tentang air, semua juga pasti tau pentingnya, atau tentang suatu hari air akan jadi sangat berharga. Aku rasa ini juga sering di bicarakan. 

See, ini bukti.... bukti bahwa air mendekati sepinya.

Mari berkaca, bagaimana sikap kita terhadap air ...
Keep smart.

Go Green?

Tanggal 1-5 Oktober 2011 lalu, baru aja berlangsung expo dengan judul Yogyakomtek 2011, thema: Go Green IT yang bertempat di Jogja Expo Center. Saya samapi datang dua kali, pertama karena memang ingin melihat dan kedua hanya untuk menemani teman. 

Ada banyak ragam jenis IT yang di pamerkan plus bonus-bonus yang membuat pelanggan tertarik. Saya yang hanya mengerti dasar IT hanya tau apa yang lagi in, apa sedang banyak diminati, merasa senang-senang saja dengan ekspo tersebut. Hampir semua stand saya datangi, namun hanya beberapa saja yang saya coba-coba elektroniknya. Tapi ini bukan untuk membahas IT yang di pamerkan. Tapi tentang thema yang ada....

Go Green IT...Wow,,bagi saya yang background pendidikannya saat ini adalah lingkungan, sangat tertarik dengan Thema ini, Akan ada apa yah di dalam? Bagiaman ya sistematis acaranya? Atau teknologi ramah lingkungan seperti apa ya yang di pamerkan di dalam?

Pertama masuk tanggal 3 Oktober malam, sangat ramai, sesak dan panas. Saya tidak terlalu fokus melihat isi pameran, hanya memutari stand, dan akhirnya pulang. Saat kedua kalinya ke sana, saya menyadari bahwa dari acara ini akan ada ratusan kilo sampah. Ah sayang, saya tidak mencoba menghitungnya dari gram tiket, brosur, dan botol minuman mineral yang terbuang dari acara tersebut di kali dengan jumlah orang yang masuk. Jadi saya tidak tau persis berapa banyak sampah yang di hasilkan.

Saat itu saya pergi pukul 10 pagi, padahal masih pagi, tong sampah di depan JEC sudah penuh dengan sampah, yaitu sampah brosur. Lalu saya masuk ke dalam, kunjungan kedua ini, JEC cukup sepi, saya puas mengunjungi stand yang saya suka, bertanya tentang produk, kelebihannya, kekurangannya, harganya, pasarannya, bahkan puas memainkannya. Saat sudah keluar dari JEC saya menyadari, dari semua penjelasan penjaga stand, gak ada satu pun yang menjelaskan tentang produk tersebut ramah terhadap lingkungan, hemat energi atau di produksi dengan limbah yang minim sekali atau di daur ulang atau apa lah. TIDAK ADA!!! hanya tentang ini adalah produk keluaran (menyebutkan merk) terbaru, kelebihannya bla bla bla. Lalu di brosurnya pun tidak ada yang menyangkut sedikit saja dengan Thema.  Lah jadi ini apa?

Tiket yang terdiri dari dua kertas berukuran keil yang sebagian di ambil panitia dan separuhnya di simpan pengunjung untuk masuk yang kedua kalinya di hari yang sama sudah di pastikan memenuhi bak-bak sampah. Yah syukur-syukur tiket itu di daur ulang. Semoga. Tapi untuk meminimalisir kertas, kenapa gak pake cap tangan saja? Menurut saya lebih hemat kertas. Lalu untuk satu botol air mineral yang diberikan untuk 1 tiket, yah semoga saja yang terkumpul di JEC tidak menjadi sampah yang sia-sia, tapi di daur ulang. 


Eitzz,,jangan pikir daur ulang adalah penyeelsaian terbaik. Kan masalahnya tetap ada, yaitu sampah, Yang terbaik adalah mencegah, yaitu dengna minimalisir pencemarannya. 

by Wulan
Lalu tentang brosur, yang mulai dari ukur seperti koran, berlembar-lembar, ukur seperempat hvs, mulai dari yang kulitas kertasnya baik sampai yang murahan, lengkap di sana. Di bagikan kepada siapa saja, lalu kemana brosur-brisur itu setelah di lihat dan di baca (syukur-syukur di baca)? Sebagian besar saya yakini adalah tong sampah. Wong tong sampah di depan JEC aja saat itu penuh dengan sampah brosur. Ada yang tong sampah di rumah, di jalanan atau terbuang begitu saja di jalan, bukan pada tempatnya. 

by wulan


Ini kah go green?

Kenapa tidak di tonjolkan IT yang ramah lingkungan untuk pameran tersebut, tidak ada layar besar yang menggambarkan tentang produk ramah lingkungan dan sikap yang ramah pada energi, agar pengunjung bertambah pengetahuan tentang lingkungannya dari acara tersebut. Mngapa tidak di hemat dan di batasi jumlah brosur yang di kluarkan oleh masing-masing stand? Dari acara kemarin saja, beberapa kali saya menolak brosur yang di berikan (tega gak tega si, daripada jadi sampah?) tapi teman saya yang tidak tegaan, menerima begitu saja, menggulung-gulungnya lalu di buangnya ke tong sampah. Tipikal teman saya ini tidak hanya satu di pameran itu. Lalu berapa banyak brosur yang sia-sia itu? 

Saat isyu lingkungan menjadi marak di dunia, banyak event yang mengusung thema ini menjadi bagian acaranya, untuk menarik peserta, suatu kalangan atau siapa saja yang menjadi sasaran mereka. Tidak sekali ini saya menyaksikan acara yang mengusung thema go green tapi inti acaranya bukan go green. Seperti penanaman, oke penghijauan, lalu setelah di tanam apa program selanjutnya? Zong!!! Namanya nyiksa makhluk hidup yaitu tanaman yang di tanam (di baik-baikin) di awal, di cuekin kemudian hari. KEJAM!!!

Waktu belajar bahassa Indonesia dulu, selalu di peringatkan!!! Kalau menulis atau membuat acara, thema adalah bagian paling penting, karena dengan thema kita akan tau bagaimana sistematis acara ini dan apa isi acara ini. Hmmmf, aku rasa para pembuat acara berserta jajarannya harus kembali belajar Bahasa Indonesia, agar tau thema itu apa...atau mungkin ketika thema bersanding dengan keuntungan menjadi sesuatu yang menjual? Entahlah. 

Let's keep smart.