Saturday, August 13, 2011

Tentang Kita TML 45

Dear Teknik dan Manajemen Lingkungan Program Diploma IPB angkatan 45....
Kita 63 orang yang berbeda beda isi kepala dan hatinya..
Kita 63 orang yang mayoritas terpaksa masuk jurusan ini..hihihi
Kita 63 orang yang terbiasa dengan langsung praktek gak banyak teori
Kita 63 orang hebat (insyaAllah) yang mau sabar menhadapi sesama, yang mau ikhlas menerima kekurangan temen....
Matrikulasi bulan Juli tahun 2008 jadi awal pertemuan kita. Aku sama sekali gak punya temen dari kota yang sama di TML 45. Saat masuk kelas pertama kali, tanpa temen yang di kenal satu pun rasanya tuhhh...lupa, hahahhaa.. Tapi aku langsung nyari bangku yang banyak orang di sekitarnya, jadi bisa kenalan satu sama lain. 
Saat matrikulasi belum begitu terasa kedekatan kita, karena gak ada laporan perkelompok, hanya laporan-laporan individu tapi itu juga sudah buat kita sering diskusi.

MPKB pun jadi awal penyatuan kita, karena anak-anak yang masuk lewat jalur tes sudah bergabung dengan anak-anak yang masuk lewat jalur undangan....

Setelah MPKMB perkuliahan pun di mulai...panjaaang banget rasanya perjalan kita..segala macam rasa kerkecambuk...grogi pas ujian praktek, presentasi. Bete karena temen sekelompok gak mau kerja. Kesel karena dosen suka mindahin jadwal atau memperpanjang pertemuan. Sebel sama temen yang kayaknya gak bisa ngertiin kita. Seneng kalo pas fieldtrip gak banyak kerjaan. Sedih karena ditinggal temen yang melih universitas lain dari pada bertehana di TML 45. Marah dengan hasil IP yang kayaknya gak sesuai dengan perjuangan kita. Bahagia dengan hasil yang memuaskan, bisa kumpul sama temen-temen, jalan-jalan, bersenang-senang ria. Lega saat sudah UTS UAS dan presentasi sudah berlangsung.Terperangah waktu fieldtrip dengan ciptaan ALLAH yang luar biasa dan teknologi yang mutakhir (yang ini rsnya lebai,haha) Campur aduuuuk....


daaan

20 Juli 2011 kemarin akhirnyaaaaaa...wisuda itu terjadi...jujur aku gak begitu bahagia, karena wisuda itu artinya kita sudah gak bisa sama-sama tiap hari lagi dengan lengkap, bandel titip absen padahal cuma nongkrong di kantin, karokean, nonton, ngumpul-ngumpul, padahal  jelas kuliah yang cuma sejam itu lebih penting. Datang ke praktikum cuma nyetor muka, tanda tangan, terus rumpi, becanda dan yang kerja paling yang rajin-rajin doang, saling kesel sebel,buat laporan bareng-bareng sambil adu pendapat, saling oper2an, waktu terasa berat banget, tapi ternyata itu sudah kita lewati.

Fieldtrip, dari yang cuma kayak jalan-jalan sampe yang mengharuskan kita kerja semua, pulang ke bogor dengan muka lelah, utang seabrek laporan.

Dan tiba juga waktu-waktu PKL yang juga buat kita pisah, tapi bimbingan, urus ini itu, tetek bengek daftar seminar, sidang bikin kita tetep bisa ketemu...Seminar pun berjalan singkat, terus sidang yang tiba-tiba aja uda beres. Wow. Tiga tahun sudah berlalu, tiga tahun yang mungkin gak smua dari kita yang mengawalinya dengan rasa syukur. Aku aja pernah berpikir mau pinda Univ waktu semster dua, untung aja aku sempet ngbrol sama Yudith dan Kak Uqi (angkatan 42) yang memberi masukan positif.

Semua semua yang negatif yang pernah terjadi di antara kita sekarang cuma jadi bahan ketawaan sekarang, gak penting, justru yang tersisa cuma kangen yang daleeeem banget. 

Heii TML 45...sampai jumpa lagi nanti,,,, karen tak ada Good Bye yang ada hanyalah Sampai Jumpa (Aki, 2011)....

Friday, July 15, 2011

Cerita Tentang Kita

Dia memang biasa, berbeda dengan para lelaki yang ada dalam fill remaja kebanyakan, cowok impian yang jadi nyata di novel-novel remaja atau deretan lelaki charming di sinetron. Tapi pandangan dari mata hanya bertahan sekejap saja, alasan yang tak dapat mendamaikan, hanya sebentar ada dan selanjutnya hanya urusan hati dan sikap.


Dia selalu berjalan di belakang untuk memastikan gadisnya tak kurang satu apapun. Dia selalu awas dengan apa yang terjadi disekitar agar tetap  riang langkah gadis itu.
Dia hanya berdiri dari kejauhan, memastikan senyum itu ada lalu pergi.
Dia hanya ada dari kejauhan, selama matanya dapat melihat senyum itu ada. Tak harus dengan tangannya, tak harus dengan perkataannya.


Sometime...kita bisa ngerasain cinta yang datang, tapi gak bisa memberikan lagi..
Sometie...kita merasakan cinta begitu jelas tapi bisa dapat balasan
Keduanya sama-sama gak enak.
Tapi kalo ikhlas justru sebaliknya, sama-sama menyenangkan.


Banyak cerita cinta yang buat sedih, gak berbalas, di bohongin, gak sempet ungkapin atau terlambat dan menjadikan penantian yang bertahun-tahun sia-sia, cinta sama kekasih sabahat, gak bisa bersama karena akan menyakiti orang sekitar, macam-macam deh. Aku pun pernah merasakan sebagiannya, juga pernah merasa gelisah bin galau dengan itu. Seiring berjalan waktu, aku pun ngerasa kalau ikhlas, kalau berpikir positif selalu dan menghargai diri sendiri dan orang lain maka akan lain cerita yang didapat, semua terasa indah. Karena? Karena TUHAN kita lebih besar daripada rasa sakit kita? Pasti Dia memulihkan hati yang luka, asal kepecayaan itu ada. Sulit memang menerapkan ini , merasakan ini kalau luka itu baru aja kita dapat, tapi rasa sakit itu ada selama kita mengingninkannya, selama kita mengizinkan dia tetap ada.


Ada banyak macam orang yang datang dan pergi dalam hidup ku (entah sudah berapa kali kalimat ini aku ucapkan, aku tulis), namun yang tinggal adalah mereka yang memiliki sebagian jiwa kita, yang ada pada jiwa yang lain.


Terima kasih yah, telah mewarnai hari-hariku selama di kota hujan ini, sudah menjadi cerita, sudah memberi moment-moment indah, cerita-cerita kehidupan, mengenalkan aku sama banyak lagu-lagu dan segala macam bentuk kebersamaan kita. Meskipun kamu sering bilang kamu bodoh, ngomong sama kamu gak nyambung, toh kita tetap ngobrol kan? Yah, memang kamu bodoh, tapi itu kalau aku bicara soal fisika, kimia, bilogi sama kamu. Kepintaran dan kebodohan tiap orang tu beda-beda. Jadi, aku gak terganggu dengan itu semua. Yah memang kamu cuma sering bilang "oh" "ya udah, itu kan masing-masing orang", "gak tau", "terserah kamu maunya gimana". Sungguh tanggapan yang mematahkan pembicaraan, tapi tetap ada tawa dan cerita-cerita lanjutan kan dari itu semua?


Gak peduli seberapa banyak kekurangan kamu, seberapa dikit kelebihan kamu (hahahha) di mata aku kamu ya kamu, seseorang yang ada di hidup aku dan tinggal disini, tak hanya mengenal nama, namun tinggal di sini, di hati. Semoga optimisme kamu selalu ada, dan pesemis itu hanya ada sebentar saja, karena jalan di sekitar kamu begitu indah, jadi kamu pun harus begitu. Cheers.....


Ada sebuah maaf untuk kamu, sudah memberi jeruk nipis di hati kamu yang luka, tapi kamu pasti tetap bisa kembali menyatukannya, mengobatinya kan? Pasti bisa. Ada maaf untuk semua yang tak sengaja, yang tak bisa.

Monday, July 4, 2011

Pesan

Sebuah pesan untuk mu: 
"jangan kau targetkan apapun itu tentang rasa"